Presiden Minta Penataan Sungai Citarum Segera Dijalankan

Achmad Zulfikar Fazli 16 Januari 2018 20:04 WIB
pencemaran sungai
Presiden Minta Penataan Sungai Citarum Segera Dijalankan
Presiden Jokowi saat rapat terbatas mengenai Sungai Citarum di Balitbang Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bandung, Jawa Barat. Foto: MTVN/FIkar
Bandung: Presiden Joko Widodo memerintahkan semua jajarannya segera menata Sungai Citarum. Ia meminta kementerian dan pemerintah daerah bersinergi dalam penataan ini.
 
Hal itu ditegaskan Presiden saat rapat terbatas mengenai Sungai Citarum di Balitbang Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bandung, Jawa Barat.

"Penataan Sungai Citarum harus segera dilakukan, jangan ditunda-tunda lagi. Nantinya akan kita pakai untuk jadi contoh DAS (daerah aliran sungai) yang lain, yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Kita mulai penanganannya mulai dari hulu, tengah sampai hilir," kata Jokowi, Selasa, 16 Januari 2018.
 
Presiden memandang penataan ini sangat penting. Apalagi, Sungai Citarum memiliki nilai sejarah, nilai ekonomi dan nilai sosial. Bukan hanya untuk masyarakat Jawa Barat, tapi juga bermanfaat untuk warga DKI Jakarta.

 


Baca: Tim Citarum Harum Awasi 81 Perusahaan di Karawang

Menurut dia, Sungai Citarum merupakan sumber air minum 27,5 juta penduduk, baik di Jawa Barat maupun DKI Jakarta. Bahkan, 80 persen air minum masyarakat Jakarta bersumber dari Sungai Citarum.
 
Selain itu, kata Presiden, 420 ribu hektare lahan irigasi airnya juga bersumber dari Sungai Citarum. Kemudian, ada tiga PLTA yakni Sabuling, Hirata dan Jatiluhur yang dibangun di aliran sungai ini.
 
"Ketiganya mampu menghasilkan 1.400 megawatt pasokan listrik," ujarnya.
 
Bekas Gubernur DKI Jakarta itu menyebut integrasi antara kementerian, lembaga, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dari penataan ini. Dengan begitu, langkah-langkah revitalisasi DAS Citarum berjalan dengan baik.
 
"Terintegrasi, tidak ada yang lain. Kalau bisa kita integrasikan, perkiraan saya tujuh tahun ini bisa kita selesaikan dengan baik, hulu sampai hilir, hulu, tengah, hilir," kata Presiden.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id