Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Dok. Metro TV
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Dok. Metro TV

Vaksinasi Booster Siap Digelar 2022, Pemerintah Kaji Kombinasi Vaksin

Nasional kemenkes vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia Vaksin Booster
Fachri Audhia Hafiez • 26 Oktober 2021 16:16
Jakarta: Pemerintah memastikan memulai program vaksinasi covid-19 dosis ketiga atau booster secara lebih luas pada 2022. Skema jenis vaksin yang akan digunakan sebagai booster tengah dikaji.
 
Vaksinasi booster di Indonesia masih terbatas untuk tenaga kesehatan (nakes). Sebab, nakes dinilai berpotensi tinggi tertular virus korona.
 
"Sedang dikaji oleh lembaga penelitian bekerja sama dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk melihat kombinasi vaksin mana yang paling baik," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melalui konferensi televideo, Selasa, 26 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Budi, kajian skema kombinasi vaksin terkait penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua menggunakan Sinovac dan booster juga Sinovac. Kemudian, penyuntikan dosis satu dan dua Sinovac, lalu dosis ketiga menggunakan AstraZeneca.
 
"Atau Sinovac dan Sinovac dan ketiga Pfizer. Begitu juga dengan AstraZeneca dan AstraZeneca lalu yang ketiga juga AstraZeneca atau ketiga Sinovac atau Pfizer," ujar Budi.
 
Hasil penelitian tersebut diharapkan selesai akhir 2021. Hasil kajian akan memudahkan untuk pengambilan kebijakan terkait vaksin booster pada 2022.
 
"Sehingga, bisa menjadi basis dalam kita mengambil kebijakan untuk kedepannya," ucap Budi.
 
Baca: 4.600 Nakes Disuntik Vaksin Booster pada 25 Oktober
 
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan merujuk pada rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penyelenggaraan vaksin booster. Rencananya, vaksin booster terlebih dulu diberikan ke kalangan masyarakat yang berisiko tinggi tertular covid-19.
 
"Ada tujuh negara sudah melakukan dan juga sesuai dengan saran WHO ini akan diberikan ke kalangan masyarakat yang berisiko tinggi dan yang juga mengalami mengalami defisiensi imunitas, yaitu yang berisiko tinggi adalah nakes dan lansia," kata Budi.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif