Aksi Diam 700 Hari Setelah penyerangan Novel Baswedan di Gedung KPK. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Aksi Diam 700 Hari Setelah penyerangan Novel Baswedan di Gedung KPK. Foto: MI/Bary Fathahilah.

KontraS Tagih Kasus Novel Baswedan

Nasional novel baswedan
Candra Yuri Nuralam • 01 Juli 2019 20:01
Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) masih menanyakan tindakan lanjutan dari kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel dinilai jalan di tempat.
 
"Novel Baswedan itu sudah dua tahun lebih yang mana katanya kepolisian sudah bentuk tim gabungan," kata Koordinator KontraS, Putri Kanisia di Kantor KontraS di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Senin 1 Juli 2019.
 
Putri mengatakan, kepolisian seperti menutup-nutupi kasus Novel. Padahal, janji kepolisian memberikan data baru pun mundur terus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bulan ini, kata Putri, kepolisian berjanji membeberkan bukti baru kasus Novel kepada publik. Namun, hingga awal bulan Juli, masih belum ada pemberitahuan dari kepolisian.
 
"Bulan ini janjinya ada bahan yang sudah harus diberitahu tapi sampai saat ini belum, masih kita lihat ya," ujar Putri.
 
KontraS menilai kasus Novel Baswedan mempunyai keganjilan dalam penanganan kasus. Jika dibandingkan oleh pembunuhan sekeluarga oleh perampok di sebuah rumah mewah yang terjadi di Pulomas beberapa waktu silam sangat jauh.
 
Padahal, kata Putri, kasus tersebut mempunyai bahan awal yang sama, yakni hanya bermodalkan CCTV. Namun, hingga lebih dari 800 hari, kepolisian masih 'irit bicara' terkait kasus Novel.
 
"Satu orang korbannya yang ditangani dengan banyak orang dalam tim di dalamnya masih sulit membuktikan, berbeda sekali dengan pembuktian pembunuhan di Pulomas," tutur Putri.
 
Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017, usai menjalani salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia sempat dirawat di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, kemudian dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center, Menteng, Jakarta Pusat.
 
Sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu lalu dibawa ke Singapura pada Rabu, 12 April 2017. Setelah mendapatkan perawatan lebih lanjut, dia pulang ke Tanah Air pada Kamis, 22 Februari 2018.
 
Hingga 800 hari pascateror, polisi belum juga mengungkap pelaku atau otak intelektual dari teror keji terhadap Novel. Tim gabungan khusus dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019. Tim ini bertugas menyelidik dan menyidik kekerasan terhadap Novel selama enam bulan, terhitung sejak 8 Januari 2019 sampai dengan 7 Juli 2019.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif