Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: MI/RAMDANI
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: MI/RAMDANI

Menteri Edhy Sebut Potensi Perikanan di Natuna Kecil

Nasional kelautan dan perikanan Laut Natuna Utara
Damar Iradat • 14 Januari 2020 17:56
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebut potensi perikanan di wilayah Natuna tergolong kecil. Banyak wilayah pengelolaan perairan (WPP) lain yang potensi ikannya lebih besar.
 
"Natuna ini termasuk paling kecil potensi ikannya dibandingkan daerah lain. Makanya saya lapor ke beliau (Presiden Joko Widodo), juga kami akan fokus di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) yang lain," kata Edhy usai menghadap Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Menurut dia, Natuna yang dikenal sebagai WPP 711, potensi lautnya hanya 700 ribu ton ikan. Kapal-kapal yang diberi izin berlayar di Natuna mencapai lebih dari 700 kapal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tersebar di banyak tempat dari 40 GT (gross ton), 100 GT sampai 150 GT," jelas dia
 
Menurut dia, masalah itu salah satu alasan nelayan tak banyak melaut di Natuna. Terlebih, ada aturan larangan batas kapal.
 
Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mengevaluasi aturan pembatasan kapal tangkap maksimal 150 GT yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Direktorat Jendral Perikanan Tangkap (DJPT) No. D.1234/DJPT/PI.470. D4/31/12/2015. Menurut dia, ini sesuai arahan Jokowi.
 
"Pak Presiden juga tidak setuju kalau kita kasih sebebas-bebasnya. Beliau menyarankan untuk terbatas, diatur, dikontrol," ungkap dia.
 
Pemerintah sebelumnya berencana mengirim 120 nelayan dari pantai utara Pulau Jawa (Pantura) ke Natuna. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pengiriman nelayan-nelayan tersebut salah satu upaya menjaga kedaulatan Indonesia, terutama di Natuna.
 
Pihak Istana Kepresidenan juga telah memberi jaminan keamanan kepada para nelayan. Tenaga ahli kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mengatakan nelayan tidak perlu takut melaut ke Natuna.
 
"Presiden memberikan kepastian kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa nelayan akan dikawal, akan diberi fasilitas melalui Menteri KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)," kata Ngabalin dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk 'Pantang Keok Hadapi Tiongkok' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 12 Januari 2020.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif