Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Agus Dwi Susanto. Foto: Jufriansyah/Medcom.id
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Agus Dwi Susanto. Foto: Jufriansyah/Medcom.id

Bahaya Vape Dinilai Sama dengan Rokok Konvensional

Nasional rokok rokok elektrik
Jufriansyah • 15 Januari 2020 19:23
Jakarta: Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Agus Dwi Susanto menyebut rokok elektrik atau vape sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Kandungan bahan berbahaya di dalam vape hampir sama dengan rokok konvensional, seperti nikotin.
 
"Pada dasarnya ada kandungan nikotinnya. Ini yang mesti dipahami bersama," ujar Agus saat diskusi di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Pesan yang disampaikan ke publik selama ini hanya perbedaan antara vape dan rokok konvensial. Sedangkan, kesamaan pada bahayanya tak pernah disebarluaskan. Agus menyampaikan kandungan nikotin membuat pengguna akan mengalami adiksi atau ketagihan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menjelaskan vape dan rokok konvensial juga sama-sama mengandung karsinogen atau bahan yang dapat memicu kanker. Penyakit yang paling sering menyerang yakni kanker paru-paru.
 
"Karena kegiatan merokok itu mengisap (dan) menghirup, sehingga yang pertama terdampak adalah paru," jelas dia.
 
Menurut dia, kandungan karsinogen di dalam vape juga ditemukan dalam studi penelitian di luar negeri. Kandungan itu juga yang terdapat dalam tar yang ada di rokok konvensional. Apabila digunakan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker paru-paru.
 
Vape dan rokok konvensial, lanjut Agus, juga mengandung toksik, dan iritatif. Kandungan ini yang mengakitbatkan penyakit peradangan, dan Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Risiko dari kandungan ini ialah dapat menyebabkan asma.
 
Agus mengaku pernah menemukan adanya pasien yang mengalami kebocoran pada paru-paru, sehingga harus dipasang selang. Hal itu terjadi setelah menggunakan vape.
 
"Selama 10 tahun memakai rokok konvensional tidak ada keluhan, begitu dia pakai rokok elektrik enam bulan sudah pneumothorax (paru-paru bocor). Sekarang dia kapok enggak mau pakai kedua-duanya," kata Agus.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif