Sejumlah warga mudik menggunakan pesawat. ANT/Aji Styawan
Sejumlah warga mudik menggunakan pesawat. ANT/Aji Styawan

Wapres Khawatir Banyak Maskapai Penerbangan Bangkrut

Nasional Maskapai Asing
Dheri Agriesta • 12 Juni 2019 07:38
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku ada perdebatan terkait harga tiket pesawat yang dinilai cukup tinggi. Namun, Kalla meminta publik tak melihat masalah ini dari satu sisi saja.
 
Kalla menyebut sekitar 80 persen biaya operasional maskapai penerbangan dibayar menggunakan dolar Amerika Serikat. Ia mencontohkan pembelian pesawat, harga avtur, suku cadang, dan perawatan.
 
"Hanya gaji pilot, gaji pegawai saja yang rupiah, jadi begitu dolar (AS) Rp14.000, dulu Rp9.000, otomatis kalau (tarif) tidak naik bangkrut semua," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan dalam 20 tahun terakhir hampir 30 maskapai penerbangan gulung tikar. Ia menilai seluruh pihak harus bijak menyikapi masalah tarif ini.
 
Ia khawatir dua grup maskapai yang ada di Indonesia merugi. Kalla menilai jika tarif diturunkan, dua grup maskapai itu justru tak lagi bisa membiayai operasional.
 
"Jadi tarif itu dilihat dari sudut mana, jangan hanya dari sisi konsumen lihat juga dari sisi maskapai penerbangannya," kata Kalla.
 
Badan Pusat Statistik mencatat turunnya penumpang pesawat dalam beberapa bulan terakhir. Kalla menilai ada beberapa angkutan alternatif yang dapat dicoba masyarakat.
 
"Karena tarif angkutan udara naik orang berpindah ke bus atau kereta api atau kapal laut, yang di luar daerah tahun lalu kapal laut agak kosong, sekarang naik (penumpangnya," pungkas Kalla.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif