Jakarta: Pengusaha warung kelontong turut tergerus pendapatannya di tengah pandemi virus korona (covid-19). Omzet pedagang kelontong menurun karena sebagian masyarakat mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menggandeng pengusaha warung kelontong dengan mendirikan start-up Sembakpur alias sembako untuk dapur. Dengan aplikasi ini, pengusaha kelontong rumahan diharapkan semakin mudah memasarkan produk mereka.
"Ini sebuah start-up untuk menyentuh dan merevitalisasi warung kelontong rumahan," kata Sandiaga di Jakarta, Kamis,10 Juni 2020.
Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HipmiI) ini mengatakan lewat aplikasi itu, omzet pengusaha klontong diharapkan naik. Aplikasi ini dapat mengamankan pasokan pedagang sembari menekan harga bahan pokok.
Sandi menjelaskan warung kelontong terimbas covid-19 lantaran sepinya pembeli. Hal ini disebabkan pemerintah lansung membeli sembako dari distributor untuk bantuan sembako ke masyarakat.
"Untuk sembako memang konsepnya berubah karena untuk toko sebelah (toko kelontong) memang tidak didesain untuk mendapatkan guliran dari paket (bantuan) karena yang ditolong ini adalah yang terbawah sekali yang sudah tidak bisa beli di toko sebelah," ujar dia.
Baca: 52 Pedagang Pasar di Jakarta Positif Korona
Sandi menambahkan berbagai program bansos, baik dari pemerintah maupun pihak lain, ditujukan untuk mereka yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan pokoknya. Alhasil, pengusaha warung kelontong dengan pelanggan masyarakat kelas bawah turut terimbas.
"Memang harapan kita kalau teman-teman dapat bantuan tunai, mereka bisa menggunakan dalam konsep gerakan beli di warung sebelah, toko kelontong, dan sebagainya," harap dia.
Jakarta: Pengusaha warung kelontong turut tergerus pendapatannya di tengah pandemi virus korona (covid-19). Omzet pedagang kelontong menurun karena sebagian masyarakat mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menggandeng pengusaha warung kelontong dengan mendirikan
start-up Sembakpur alias sembako untuk dapur. Dengan aplikasi ini, pengusaha kelontong rumahan diharapkan semakin mudah memasarkan produk mereka.
"Ini sebuah
start-up untuk menyentuh dan merevitalisasi warung kelontong rumahan," kata Sandiaga di Jakarta, Kamis,10 Juni 2020.
Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HipmiI) ini mengatakan lewat aplikasi itu, omzet pengusaha klontong diharapkan naik. Aplikasi ini dapat mengamankan pasokan pedagang sembari menekan harga bahan pokok.
Sandi menjelaskan warung kelontong terimbas covid-19 lantaran sepinya pembeli. Hal ini disebabkan pemerintah lansung membeli sembako dari distributor untuk bantuan sembako ke masyarakat.
"Untuk sembako memang konsepnya berubah karena untuk toko sebelah (toko kelontong) memang tidak didesain untuk mendapatkan guliran dari paket (bantuan) karena yang ditolong ini adalah yang terbawah sekali yang sudah tidak bisa beli di toko sebelah," ujar dia.
Baca:
52 Pedagang Pasar di Jakarta Positif Korona
Sandi menambahkan berbagai program bansos, baik dari pemerintah maupun pihak lain, ditujukan untuk mereka yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan pokoknya. Alhasil, pengusaha warung kelontong dengan pelanggan masyarakat kelas bawah turut terimbas.
"Memang harapan kita kalau teman-teman dapat bantuan tunai, mereka bisa menggunakan dalam konsep gerakan beli di warung sebelah, toko kelontong, dan sebagainya," harap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)