Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar kompetisi (musabaqah) membaca Kitab Kuning. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut perlombaan ini untuk menyambut Hari Santri Nasional.
"Hari ini adalah rangkaian dari hari santri yang sudah ditetapkan oleh presiden di mana 22 Oktober adalah puncak hari santri," kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Oktober 2018.
Cak Imin menyebut kompetisi membaca kitab kuning, atau kitab gundul amat penting. Terutama dalam melestarikan tradisi santri yang wajib mempelajari kitab tersebut di pesantren.
Mengingat, kitab berisi pelajaran-pelajaran agama islam tersebut merupakan identitas para santri. "(Karena) membaca kitab kuning itu afalah ikhtiar," imbuh Cak Imin.
Awalnya, kata dia, banyak pihak yang tak memahami kitab kuning. Namun, sejak buku itu diwajibkan di pondok pesantren, semakin banyak masyarakat yang mengetahuinya.
"Kitab yang warna kuning, kenapa PKB warna hijau itu tapi bacanya kitab kuning," canda Cak Imin disambut tawa peserta.
Ratusan santri dilibatkan dalam lomba membaca kitab kuning. Namun, dia tak memerinci hadiah dari perlombaan membaca itu.
Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar kompetisi (musabaqah) membaca Kitab Kuning. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut perlombaan ini untuk menyambut Hari Santri Nasional.
"Hari ini adalah rangkaian dari hari santri yang sudah ditetapkan oleh presiden di mana 22 Oktober adalah puncak hari santri," kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Oktober 2018.
Cak Imin menyebut kompetisi membaca kitab kuning, atau kitab gundul amat penting. Terutama dalam melestarikan tradisi santri yang wajib mempelajari kitab tersebut di pesantren.
Mengingat, kitab berisi pelajaran-pelajaran agama islam tersebut merupakan identitas para santri. "(Karena) membaca kitab kuning itu afalah ikhtiar," imbuh Cak Imin.
Awalnya, kata dia, banyak pihak yang tak memahami kitab kuning. Namun, sejak buku itu diwajibkan di pondok pesantren, semakin banyak masyarakat yang mengetahuinya.
"Kitab yang warna kuning, kenapa PKB warna hijau itu tapi bacanya kitab kuning," canda Cak Imin disambut tawa peserta.
Ratusan santri dilibatkan dalam lomba membaca kitab kuning. Namun, dia tak memerinci hadiah dari perlombaan membaca itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)