Jakarta: Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) bakal melanjutkan investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP ke Amerika Serikat. KNKT akan menyimulasikan kecelakaan berdasarkan data yang diperoleh dari flight data recorder (FDR).
"Hanya saja mengulang kecelakaan ini tidak bisa di simulator tempat pilot training. Harus di engineering simulator yang kebetulan ada di Seattle (Pabrik Boeing di Amerika serikat)," kata Ketua Sub-komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo di Gedung KNKT, Kamis, 29 November 2018.
KNKT akan merekayasa ulang kecelakaan tersebut di mesin simulator. Sehingga KNKT dapat melihat informasi yang diterima pilot dari kokpit pesawat saat menghadapi situasi kecelakaan itu.
Selain itu, KNKT juga akan meminta penjelasan tentang buku panduan yang dipegang pilot Boeing 737 Max 8 tersebut. KNKT akan mengonfirmasi tak adanya informasi penanganan manual sistem yang baru di dalam buku itu.
Baca: Lion PK-LQP Alami 6 Kali Kerusakan
Tak cuma The Boeing Company, KNKT juga akan meminta penjelasan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat. Mereka akan mengonfirmasi kenapa FAA menyetujui penerbitan buku itu.
"Mengapa buku yang tidak ada tulisannya (penjelasan) disetujui dipakai FAA," jelas Nurcahyo.
Tim KNKT berjumlah dua orang dan perwakilan Dirjen Perhubungan Udara berjumlah tiga orang akan berangkat ke Amerika pada Sabtu, 1 Desember 2018. Simulasi di mesin simulator milik The Boeing Company akan dimulai pada Senin, 3 Desember.
"Hasil akan langsung dilihat di situ, kemudian setelah itu ada pertemuan untuk membahas apa saja yang ditemukan," jelas Nurcahyo.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan