Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Damar Iradat
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Damar Iradat

Kerugian Akibat Bencana Sulteng Mencapai Rp15,29 Triliun

Nasional Gempa Donggala
Achmad Zulfikar Fauzi • 26 Oktober 2018 16:37
Jakarta: Kerugian dan kerusakan akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, mencapai Rp15,29 triliun per 23 Oktober 2018. Angka itu diperkirakan akan bertambah mengingat basis datanya masih terbatas.
 
"Jumlah kerugian dan kerusakan akan bertambah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNPB, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.
 
Angka itu didapatkan dari empat wilayah di Sulteng yakni Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Total kerugian di empat wilayah itu sebesar Rp2,02 triliun atau 13,2 persen. Sedangkan, kerusakannya sebesar Rp13,27 triliun atau 86,8 persen. Itu terdiri sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial, serta lintas sektor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Korban Tewas Bencana di Sulteng 2.081 Orang
 
Kerugian dan kerusakan terbesar ada di Palu yakni mencapai Rp7,6 triliun atau 50 persen. Pasalnya, Palu menjadi lokasi yang diterjang tsunami hingga setinggi 11,3 meter.
 
Selain itu, likuifaksi atau penurunan tanah akibat memadatnya volume lapisan tanah juga terjadi di wilayah tersebut. Kondisi ini terjadi di Perumnas Balaroa, Palu Barat dan Petobo.
 
Sementara itu, kerugian dan kerusakan terbesar kedua ada di Sigi dengan Rp4,9 triliun atau 32,1 persen. Kemudian, di Donggala sebesar Rp2,1 triliun atau 13,8 persen dan Parigi Rp631 miliar atau 4,1 persen. "Biasanya kerugian lebih besar dari kerusakan. Kalau sekarang masih lebih kecil, datanya masih basis data sementara," ucap dia.
 
Pemerintah akan berusaha memulihkan kembali seluruh wilayah terdampak gempa. Namun, lanjut dia, itu semua harus membutuhkan waktu yang tak sedikit. "Kita membutuhkan waktu untuk membangun kembali Palu menjadi lebih baik," kata dia.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif