medcom.id, Surabaya: Pelayanan di posko crisis center pesawat AirAsia QZ8501 di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, tdak hanya dilakukan oleh petugas Angkasa Pura I, AirAsia, dan TNI. Namun peran sejumlah pekerja dapur umum yang meyiapkan logistik untuk keluarga korban dan wartawan sangat membantu aktivitas di posko.
Selain petugas di posko crisis center, pihak yang membatu pelayanan keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 di Bandara Juanda, adalah pekerja dapur umum.
Salah satunya adalah Kohar, yang selama tiga hari terakhir sibuk memberi pelayanan terhadap seluruh pihak terkait yang berada di posko crisis center.
Tidak hanya melayani keluarga penumpang, Kohar juga harus melayani petugas SAR, TNI, juga wartawan, yang setiap harinya berada di posko untuk memperbarui informasi terkait hilangnya pesawat AirAsia QZ8501.
Pelayanan yang dilakukan antara lain menyiapkan minuman dan makanan siap saji yang sewaktu-waktu dibutuhkan. Untuk memberi pelayanan maksimal di posko crisis center, Kohar dibantu dua orang rekannya yang khusus melayani keluarga penumpang di dalam posko crisis center.
Setiap harinya pekerja di dapur umum ini harus bekerja selama sembilan jam. Kepada Metro Tv, Selasa (30/12/2014), Kohar mengungkapkan, bekerja di dapur umum juga bagian dari aksi sosial untuk membantu proses pencarian pesawat AirAsia yang hilang.
medcom.id, Surabaya: Pelayanan di posko crisis center pesawat AirAsia QZ8501 di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, tdak hanya dilakukan oleh petugas Angkasa Pura I, AirAsia, dan TNI. Namun peran sejumlah pekerja dapur umum yang meyiapkan logistik untuk keluarga korban dan wartawan sangat membantu aktivitas di posko.
Selain petugas di posko crisis center, pihak yang membatu pelayanan keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 di Bandara Juanda, adalah pekerja dapur umum.
Salah satunya adalah Kohar, yang selama tiga hari terakhir sibuk memberi pelayanan terhadap seluruh pihak terkait yang berada di posko crisis center.
Tidak hanya melayani keluarga penumpang, Kohar juga harus melayani petugas SAR, TNI, juga wartawan, yang setiap harinya berada di posko untuk memperbarui informasi terkait hilangnya pesawat AirAsia QZ8501.
Pelayanan yang dilakukan antara lain menyiapkan minuman dan makanan siap saji yang sewaktu-waktu dibutuhkan. Untuk memberi pelayanan maksimal di posko crisis center, Kohar dibantu dua orang rekannya yang khusus melayani keluarga penumpang di dalam posko crisis center.
Setiap harinya pekerja di dapur umum ini harus bekerja selama sembilan jam. Kepada
Metro Tv, Selasa (30/12/2014), Kohar mengungkapkan, bekerja di dapur umum juga bagian dari aksi sosial untuk membantu proses pencarian pesawat AirAsia yang hilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)