medcom.id, Jakarta: Pangkoops I TNI AU Marsekal Pertama Dwi Putranto menjelaskan lokasi penemuan serpihan diduga milik pesawat AirAsia QZ8501, berjarak tidak jauh dari titik lokasi hilang kontak radar.
"Jadi jaraknya hanya 30 kilometer dari posisi hilang kontak radar," ujar Dwi dalam jumpa pers di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2014).
TNI AU menyatakan berdasarkan pantauan radar miliknya, pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak radar di 249 derajat dari Pangkalan Bun, jarak 127 nautical mile. Kemungkinan pesawat jatuh di air.
"Dari situ kita mendapati benda-benda, posisinya dari Pangkalan Bun 230 derajat, jaraknya`105 nautical mile. Jaraknya hanya 30 Km dari posisi hilang kontak radar," terang Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto dalam kesempatan yang sama.
Hadi menjelaskan, pesawat pencarian yang menemukan adanya objek-objek yang diduga bagian dari pesawat AirAsia QZ8501 itu, diberangkatkan dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma pukul 06.25 WIB, dan tiba di tempat sasaran pesawat AirAsia hilang kontak radar pada pukul 07.25 WIB.
"Kita membuat sistem pencarian ke arah utara, namun setelah 45 menit cuaca di utara tidak memngkinkan sehingga saya perintahkan bergeser ke selatan. Di situ kita menemukan benda-benda," papar Hadi.
medcom.id, Jakarta: Pangkoops I TNI AU Marsekal Pertama Dwi Putranto menjelaskan lokasi penemuan serpihan diduga milik pesawat AirAsia QZ8501, berjarak tidak jauh dari titik lokasi hilang kontak radar.
"Jadi jaraknya hanya 30 kilometer dari posisi hilang kontak radar," ujar Dwi dalam jumpa pers di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2014).
TNI AU menyatakan berdasarkan pantauan radar miliknya, pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak radar di 249 derajat dari Pangkalan Bun, jarak 127
nautical mile. Kemungkinan pesawat jatuh di air.
"Dari situ kita mendapati benda-benda, posisinya dari Pangkalan Bun 230 derajat, jaraknya`105
nautical mile. Jaraknya hanya 30 Km dari posisi hilang kontak radar," terang Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto dalam kesempatan yang sama.
Hadi menjelaskan, pesawat pencarian yang menemukan adanya objek-objek yang diduga bagian dari pesawat AirAsia QZ8501 itu, diberangkatkan dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma pukul 06.25 WIB, dan tiba di tempat sasaran pesawat AirAsia hilang kontak radar pada pukul 07.25 WIB.
"Kita membuat sistem pencarian ke arah utara, namun setelah 45 menit cuaca di utara tidak memngkinkan sehingga saya perintahkan bergeser ke selatan. Di situ kita menemukan benda-benda," papar Hadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)