Jakarta: Anggota Komisi I DPR Syaiful Bahri Anshori menilai dampak buruk era informasi digital harus diantisipasi. Salah satunya, dengan menerapkan kebijakan yang komprehensif dan praktis.
"Ini perlu diantisipasi, tujuannya agar bangsa kita mampu meningkatkan daya saing sehingga menjadi bangsa yang kompetitif di masa datang," kata Syaiful kepada wartawan, Jakarta, Jumat, 23 April 2021.
Menurut Syaiful, di era digital akan banyak sektor yang menerima dampak secara tidak langsung. Sehingga, semua sektor harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Banyak sektor yang terdampak misalnya ekonomi, pendidikan, teknologi, data, dan sejumlah sektor lainnya. Tapi itu juga dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang mampu memanfaatkan," kata dia.
Politisi PKB ini menyebut ada banyak cara mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan era digital. Salah satunya, dengan menjalankan nilai-nilai kebangsaan yang berbasis kebudayaan.
"Ini akan berpengaruh pada sektor keamanan dan kebudayan nasional, oleh karena itu nilai-nilai kebangsaan dan muatan lokal menjadi hal yang dapat meminimalisasi dampak negatifnya," kata dia.
Baca: Jokowi: Transformasi Teknologi Jadi Loncatan Besar bagi Dunia
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri (TAM) Kominfo Devie Rahmawati menyebut tantangan di dunia digital tidak dapat dipandang sederhana. Sebab, mampu menghilangkan nyawa manusia akibat kekerasan fisik di dunia offline yang diawali oleh kekerasan di media online melalui fitur teks, video, foto, komentar, hingga livestreaming.
"Menyadari bahwa teknologi digital bagaikan 'madu dan racun', maka Kominfo berkolaborasi dengan Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, kemudian menyusun navigasi cakap digital melalui 4 modul, yaitu Budaya Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Cakap Bermedia Digital," kata Devie.
Melalui keempat modul ini, kata dia, diharapkan masyarakat menjadi makin cakap digital. Masyarakat bisa mengambil manfaat positif dari teknologi dan menjauhkan diri dari kerugian yang mungkin diperoleh akibat rendahnya kecakapan digital.
Jakarta: Anggota
Komisi I DPR Syaiful Bahri Anshori menilai dampak buruk era
informasi digital harus diantisipasi. Salah satunya, dengan menerapkan kebijakan yang komprehensif dan praktis.
"Ini perlu diantisipasi, tujuannya agar bangsa kita mampu meningkatkan daya saing sehingga menjadi bangsa yang kompetitif di masa datang," kata Syaiful kepada wartawan, Jakarta, Jumat, 23 April 2021.
Menurut Syaiful, di era digital akan banyak sektor yang menerima dampak secara tidak langsung. Sehingga, semua sektor harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Banyak sektor yang terdampak misalnya ekonomi, pendidikan, teknologi, data, dan sejumlah sektor lainnya. Tapi itu juga dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang mampu memanfaatkan," kata dia.
Politisi PKB ini menyebut ada banyak cara mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan era digital. Salah satunya, dengan menjalankan nilai-nilai kebangsaan yang berbasis kebudayaan.
"Ini akan berpengaruh pada sektor keamanan dan kebudayan nasional, oleh karena itu nilai-nilai kebangsaan dan muatan lokal menjadi hal yang dapat meminimalisasi dampak negatifnya," kata dia.
Baca:
Jokowi: Transformasi Teknologi Jadi Loncatan Besar bagi Dunia
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri (TAM) Kominfo Devie Rahmawati menyebut tantangan di dunia digital tidak dapat dipandang sederhana. Sebab, mampu menghilangkan nyawa manusia akibat kekerasan fisik di dunia offline yang diawali oleh kekerasan di media online melalui fitur teks, video, foto, komentar, hingga livestreaming.
"Menyadari bahwa teknologi digital bagaikan 'madu dan racun', maka Kominfo berkolaborasi dengan Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, kemudian menyusun navigasi cakap digital melalui 4 modul, yaitu Budaya Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Cakap Bermedia Digital," kata Devie.
Melalui keempat modul ini, kata dia, diharapkan masyarakat menjadi makin cakap digital. Masyarakat bisa mengambil manfaat positif dari teknologi dan menjauhkan diri dari kerugian yang mungkin diperoleh akibat rendahnya kecakapan digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)