Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memberikan rompi pers kepada jurnalis yang meliput demo penolakan UU Ciptaker di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memberikan rompi pers kepada jurnalis yang meliput demo penolakan UU Ciptaker di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

1.000 Rompi Khusus Diberikan kepada Jurnalis Peliput Demo

Nasional Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 13 Oktober 2020 15:31
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Nana Sudjana memberikan 1.000 rompi pers kepada jurnalis yang meliput demo penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Pakaian ini diserahkan untuk mencegah salah tangkap ketika terjadi kerusuhan.
 
"Pastinya biar kelihatan pers berbeda dengan aparat dan pedemo. Tentunya (jadi) identitas diri bisa dipakai setiap ada aksi," kata Nana di Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Nana berharap demo berujung ricuh hingga ada salah tangkap terhadap jurnalis pada Kamis, 8 Oktober 2020, tidak terulang. Dengan adanya rompi khusus, kepolisian mudah mengenali wartawan yang meliputi aksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenderal berbintang dua itu juga memastikan intimidasi kepada wartawan tidak akan terjadi lagi.
 
"Kami sudah memberitahukan anggota (polisi) untuk pers itu akan menggunakan rompi. Saya minta ke rekan pers yang belum dapat rompi nanti bisa menghubungi Kabid (Kepala Bidang) Humas Polda Metro Jaya (Komisaris Besar Yusri Yunus)," tutur Nana.
 
Sejumlah organisasi masyarakat berunjuk rasa menolak UU Ciptaker. Sebanyak 1.000 orang disebut terlibat dalam unjuk rasa itu.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif