PWJ berbagi bersama anak yatim dan dhuafa di momen Ramadan 2022. Foto: PWJ
PWJ berbagi bersama anak yatim dan dhuafa di momen Ramadan 2022. Foto: PWJ

Aksi PWJ Peduli, Berbuka Puasa sambil Berbagi Bersama Anak Yatim dan Duafa

Nasional ramadan Jurnalis pandemi covid-19 Ramadan 2022
Medcom • 23 April 2022 07:05
Jakarta: Meski dampak pandemi covid-19 terhadap perekonomian nasional belum pulih, Poros Wartawan Jakarta (PWJ) tetap berupaya berbagi di momen Ramadan. Yakni, berbuka puasa disertai pemberian santunan untuk anak yatim dan duafa. 
 
"Dua tahun belakangan kegiatan seperti ini vakum karena pandemi covid-19 yang cukup tinggi. Sekarang trennya sudah menurun, tapi dampaknya pada ekonomi masyarakat sangat berasa. Meski begitu, kita jangan patah arang untuk menghadapi badai krisis ini. Selama kita solid dan saling membantu antar-sesama, badai itu dapat kita lalui," ujar Ketua Umum PWJ, Tri Wibowo Santoso, dalam acara yang bertajuk Wujudkan Kasih Sayang Antar-Sesama dalam Kebersamaan, di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Jumat, 22 April 2022. 
 
Bowo, sapaan Tri Wibowo, mengatakan Ramadan ini bisa menjadi momentum untuk berbagi antar-sesama. Tak lain untuk meringankan beban bagi mereka yang nasibnya belum beruntung. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dana yang terkumpul dari hasil sumbangan kawan-kawan dan sahabat PWJ kita salurkan ke adik-adik yatim dan kaum dhuafa. Agar mereka bisa merayakan Lebaran dengan penuh bahagia dan suka cita di tengah ekonomi yang begitu sulit seperti sekarang ini," kata Bowo.  
 
Di kesempatan yang sama, tokoh nasional Rizal Ramli berbagi kisah masa kecilnya. Rizal sudah menjadi yatim piatu di usia 8 tahun. Meski begitu, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu tak mau larut dalam kesedihan.       
 
"Ibu saya meninggal saat saya usia 6 tahun. Kemudian, ayah saya berpulang ke pangkuan Ilahi saat saya berusia 8 tahun. Jujur, saya sedih sekali. Tapi, saya tidak putus harapan. Saya mulai rajin membaca dan bekerja keras, karena saya yakin dengan begitu niscaya saya bisa sukses," tutur Dewan Pembina PWJ itu.
 
Simak: Ustaz Das'ad Latif Ajak Umat Semakin Konsentrasi Beribadah di 10 Malam Terakhir Ramadan
 
Memang, kata Rizal, tidak sedikit orang yang mengolok dirinya saat kecil lantaran pakaian yang dikenakannya selalu lusuh. Walau demikian, ia menganggap ejekan itu adalah motivasi.
 
"Sering diejek itu biasa. Kita harus kuat menatap masa depan," kata Rizal Ramli. 
 
Ia membagikan rumus kesuksesan yang harus dikuasai oleh anak-anak. Rizal menyebutnya sebagai 5G. 
 
"Kunci sukses 5G yakni, pertama God willing (kehendak Tuhan) berkehendak). Maksudnya, kita harus banyak doa supaya Tuhan memberikan yang terbaik bagi hidup kita."
 
"Lalu gesit tangan, yakni rajin atau mau bekerja keras. Kemudian, gesit otak, harus banyak membaca supaya pintar. Terus, gesit gaul, banyak berkawan dengan siapa pun. Dan terakhir, gesit senyum," ujar Rizal.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif