Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Sosok Fahmi Idris di Mata Ketua MPR

Antara • 22 Mei 2022 23:48
Jakarta: Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengenang mantan Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris sebagai sosok yang menginspirasi sebagai pengusaha, politikus, pejabat pemerintahan, hingga akademisi. Jauh sebelum terkenal sebagai politikus, Fahmi Idris terlebih dahulu terjun menjadi pengusaha sejak 1967. 
 
"Bersama rekan-rekannya dari aktivis Eksponen 66, beliau mendirikan PT Kwarta Daya Pratama pada tahun 1969," kata Bamsoet melalui keterangan tertulis, Minggu, 22 Mei 2022.
 
Bamsoet menjelaskan Fahmi Idris turut melahirkan dan menjadi Direktur Utama Kongsi Delapan (Kodel Group) periode 1979. Ini adalah sebuah perusahaan konglomerasi yang didirikannya bersama beberapa tokoh seperti Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, Abdul Latief dan Pontjo Sutowo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keberadaan Kodel Group yang mengelola usaha agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, hingga hotel, sangat membantu membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, termasuk menguatkan perekonomian nasional," ujar dia.
 
Menurut dia, kepiawaian Fahmi Idris dalam berbisnis tidak lepas dari keahliannya membangun jaringan sejak mahasiswa. Menurut dia, almarhum pernah aktif sebagai pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam, Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI (1965-1966), dan Ketua Laskar Ampera Arief Rachman Hakim (1966-1968).
 
Baca: Profil Mantan Menperin Fahmi Idris
 
"Tidak heran jika Fahmi juga pernah dipercaya menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) dari kalangan mahasiswa (1966-1968). Pada 3 Maret 1986, di hadapan Ketua Umum Golkar Sudharmono, Fahmi Idris bersama sejumlah eksponen 66 menyatakan dirinya secara resmi masuk Golkar," jelas dia.
 
Ia mengatakan karena kepiawaian di dunia ketenagakerjaan, perindustrian, dan perekonomian, Fahmi Idris dipercaya Presiden Habibie sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (21 Mei 1998-20 Oktober 1999). Fahmi Idris kembali dipercaya menjadi menteri di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY. Fahmi didapuk menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (20 Oktober 2004 - 5 Desember 2005), serta Menteri Perindustrian (5 Desember 2005 - 20 Oktober 2009).
 
Fahmi Idris juga dikenal sangat haus ilmu pengetahuan. Fahmi Idris dikukuhkan sebagai profesor dari Universitas Negeri Padang (UNP) pada 9 April 2022. Bamsoet jejak pengabdian, pengetahuan, kerja keras, dan semangat Fahmi Idris akan tetap hidup.
 
Menurut dia, sosok Fahmi Idris telah menjadi kebanggaan. Bukan hanya bagi keluarganya pribadi maupun keluarga besar Partai Golkar, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
 
"Almarhum telah mengajarkan dan menunjukkan kepada kita, bahwa kesuksesan tidak bisa diraih secara instan. Butuh konsistensi dan kerja keras. Lebih penting lagi, dalam meraih kesuksesannya tidak bisa dilakukan seorang diri melainkan butuh kerja sama dengan berbagai pihak," ujar politikus Golkar tersebut.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif