Jakarta: Lailatul Qadar menjadi fenomena spiritual yang sangat dinantikan oleh kaum muslimin setiap tahunnya. Menjelang fase akhir Ramadan 2026, informasi mengenai estimasi waktu terjadinya malam tersebut kian banyak dicari.
Malam Lailatul Qadar
Mengacu pada kitab Taisiru al-Aliyyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir karya Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, dijelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT menurunkan Al-Qur'an secara utuh ke Baitul Izzah di langit dunia. Proses penurunan wahyu selanjutnya terjadi secara bertahap, menyesuaikan dengan berbagai peristiwa dan kondisi yang dihadapi oleh Rasulullah SAW. Ketentuan mengenai penurunan Al-Qur'an ini pun telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan." (QS Ad-Dukhan: 3)
Kapan Lailatul Qadar 2026?
Melansir laman Kemenag RI, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan ini jatuh pada rentang sepuluh malam penutup Ramadan. Secara spesifik, umat Muslim diimbau untuk mengintensifkan ibadah pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21 hingga malam ke-29.
Secara syariat, waktu pasti turunnya Lailatul Qadar merupakan rahasia Allah SWT. Namun, merujuk pada hadis Rasulullah SAW, umat Islam dianjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
"Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR. Bukhari).
Ciri-ciri Lailatul Qadar
Ada beberapa hadis yang menyebutkan tentang ciri-ciri malam lailatul qadar di antaranya:
1. Keadaan Malam yang Tenteram dan Tenang
Salah satu tanda datangnya malam Lailatul Qadar ialah kondisi malam yang tenteram dan tenang. Hal tersebut dapat dirasakan jika kita memiliki kepekaan akan kondisi tersebut.
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Lailatul Qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."
2. Kondisi Cuacanya yang Tidak Begitu Panas dan Dingin
Selanjutnya ditandai dengan cuaca pada malam itu yang tidak ekstrim (terlalu panas atau dingin). Kondisi tersebut menambah kenyamanan dan kesyahduan dalam beribadah kepada Allah Swt.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda tentang Lailatul Qadar, "Yaitu malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (H.R. Imam Al Baihaqi).
3. Malam Yang Cerah dan Matahari Terbit dengan Teduh
Selanjutnya malam yang cerah serta keesokan harinya matahari terbit dengan teduh tanpa sinar yang kuat seperti biasanya dengan sinar yang memancar di segala penjuru.
Rasulullah SAW bersabda, "Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Muslim).
4. Malam yang Terang dan Tenang
Pada malam itu suasananya penuh ketenangan dan berbeda dari malam-malam lain. Langit terlihat terang meskipun tidak ada sinar bulan.
"Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)." (HR. at-Thabrani).
5. Bulan Terlihat Separuh
Terakhir dalam sebuah riwayat Abu Hurairah, dia pernah berdiskusi dengan Nabi Muhammad SAW tentang Lailatul Qadar. Dan Rasulullah bersabda yang artinya, "Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan."
Demikianlah tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar. Gambaran suasana pada malam hari atau keesokan harinya dapat memberikan pengetahuan kepada kita agar dapat menjumpai dan merasakan kehadiran tamu agung nan istimewa yakni malam Lailatul Qadar.
Baca Juga :
Lebih Baik dari Seribu Bulan, Ini Doa dan 6 Amalan Malam Lailatulqadar
Keutamaan Lailatul Qadar
Malam Turunnya Al-Qur'an (Nuzulul Qur'an)
Peristiwa paling fundamental yang terjadi pada Lailatul Qadar adalah permulaan turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qadr, Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam yang penuh berkah ini.
Rasulullah SAW mengalami peristiwa dahsyat saat Malaikat Jibril mendatangi beliau di Gua Hira untuk menyampaikan wahyu pertama, Surah Al-Alaq ayat 1-5. Peristiwa ini menandai titik balik peradaban manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam.
Turunnya Para Malaikat ke Bumi
Salah satu ciri khas Lailatul Qadar yang dialami dan disaksikan secara spiritual oleh Rasulullah adalah turunnya malaikat dalam jumlah yang sangat banyak, termasuk Malaikat Jibril.
Para malaikat turun ke bumi untuk membawa rahmat, keberkahan, dan kedamaian bagi setiap hamba yang sedang beribadah. Kehadiran mereka menyelimuti bumi dengan ketenangan hingga terbit fajar, sebuah suasana yang sangat dirasakan oleh Rasulullah dan para sahabat saat melakukan i'tikaf di masjid.
Penetapan Takdir Tahunan
Dalam khazanah Islam, Lailatul Qadar juga dimaknai sebagai "Malam Penetapan". Pada malam ini, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk mencatat rincian takdir makhluk-Nya untuk satu tahun ke depan, mulai dari urusan rezeki, ajal, hingga keberuntungan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak doa dan ibadah pada malam ini, agar ketika takdir kita sedang dicatat, kita berada dalam kondisi terbaik, sedang bersujud dan memohon ampunan kepada-Nya.
Prakiraan Jadwal Malam Ganjil Ramadan 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang disusun oleh Kemenag, awal Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026 (versi Pemerintah/NU) atau 20 Februari 2026 (versi Muhammadiyah).
Berikut adalah estimasi tanggal malam-malam ganjil Ramadan 1447 H:
Malam ke-21 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 9 Maret 2026 malam
Pemerintah: 10 Maret 2026 malam
Malam ke-23 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 11 Maret 2026 malam
Pemerintah: 12 Maret 2026 malam
Malam ke-25 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 13 Maret 2026 malam
Pemerintah: 14 Maret 2026 malam
Malam ke-27 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 15 Maret 2026 malam
Pemerintah: 16 Maret 2026 malam
Malam ke-29 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 17 Maret 2026 malam
Pemerintah: 18 Maret 2026 malam
Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk mendapatkan pahala setara dengan beribadah selama 83 tahun atau 1.000 bulan. Momentum ini juga menjadi waktu terbaik untuk memohon pengampunan dosa masa lalu dan meminta ketetapan takdir yang baik untuk masa depan.
Oleh karena itu, jangan lewatkan malam-malam terakhir di bulan Maret 2026 ini dengan aktivitas yang kurang bermanfaat. Fokuskan energi untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta:
Lailatul Qadar menjadi fenomena spiritual yang sangat dinantikan oleh kaum muslimin setiap tahunnya. Menjelang fase akhir Ramadan 2026, informasi mengenai estimasi waktu terjadinya malam tersebut kian banyak dicari.
Malam Lailatul Qadar
Mengacu pada kitab Taisiru al-Aliyyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir karya Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, dijelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT menurunkan Al-Qur'an secara utuh ke Baitul Izzah di langit dunia. Proses penurunan wahyu selanjutnya terjadi secara bertahap, menyesuaikan dengan berbagai peristiwa dan kondisi yang dihadapi oleh Rasulullah SAW. Ketentuan mengenai penurunan Al-Qur'an ini pun telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan." (QS Ad-Dukhan: 3)
Kapan Lailatul Qadar 2026?
Melansir laman Kemenag RI, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan ini jatuh pada rentang sepuluh malam penutup
Ramadan. Secara spesifik, umat Muslim diimbau untuk mengintensifkan ibadah pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21 hingga malam ke-29.
Secara syariat, waktu pasti turunnya Lailatul Qadar merupakan rahasia Allah SWT. Namun, merujuk pada hadis Rasulullah SAW, umat Islam dianjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
"Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR. Bukhari).
Ciri-ciri Lailatul Qadar
Ada beberapa hadis yang menyebutkan tentang ciri-ciri malam lailatul qadar di antaranya:
1. Keadaan Malam yang Tenteram dan Tenang
Salah satu tanda datangnya malam Lailatul Qadar ialah kondisi malam yang tenteram dan tenang. Hal tersebut dapat dirasakan jika kita memiliki kepekaan akan kondisi tersebut.
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Lailatul Qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."
2. Kondisi Cuacanya yang Tidak Begitu Panas dan Dingin
Selanjutnya ditandai dengan cuaca pada malam itu yang tidak ekstrim (terlalu panas atau dingin). Kondisi tersebut menambah kenyamanan dan kesyahduan dalam beribadah kepada Allah Swt.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda tentang Lailatul Qadar, "Yaitu malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (H.R. Imam Al Baihaqi).
3. Malam Yang Cerah dan Matahari Terbit dengan Teduh
Selanjutnya malam yang cerah serta keesokan harinya matahari terbit dengan teduh tanpa sinar yang kuat seperti biasanya dengan sinar yang memancar di segala penjuru.
Rasulullah SAW bersabda, "Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Muslim).
4. Malam yang Terang dan Tenang
Pada malam itu suasananya penuh ketenangan dan berbeda dari malam-malam lain. Langit terlihat terang meskipun tidak ada sinar bulan.
"Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)." (HR. at-Thabrani).
5. Bulan Terlihat Separuh
Terakhir dalam sebuah riwayat Abu Hurairah, dia pernah berdiskusi dengan Nabi Muhammad SAW tentang Lailatul Qadar. Dan Rasulullah bersabda yang artinya, "Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan."
Demikianlah tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar. Gambaran suasana pada malam hari atau keesokan harinya dapat memberikan pengetahuan kepada kita agar dapat menjumpai dan merasakan kehadiran tamu agung nan istimewa yakni malam Lailatul Qadar.
Keutamaan Lailatul Qadar
Malam Turunnya Al-Qur'an (Nuzulul Qur'an)
Peristiwa paling fundamental yang terjadi pada Lailatul Qadar adalah permulaan turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qadr, Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam yang penuh berkah ini.
Rasulullah SAW mengalami peristiwa dahsyat saat Malaikat Jibril mendatangi beliau di Gua Hira untuk menyampaikan wahyu pertama, Surah Al-Alaq ayat 1-5. Peristiwa ini menandai titik balik peradaban manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam.
Turunnya Para Malaikat ke Bumi
Salah satu ciri khas Lailatul Qadar yang dialami dan disaksikan secara spiritual oleh Rasulullah adalah turunnya malaikat dalam jumlah yang sangat banyak, termasuk Malaikat Jibril.
Para malaikat turun ke bumi untuk membawa rahmat, keberkahan, dan kedamaian bagi setiap hamba yang sedang beribadah. Kehadiran mereka menyelimuti bumi dengan ketenangan hingga terbit fajar, sebuah suasana yang sangat dirasakan oleh Rasulullah dan para sahabat saat melakukan i'tikaf di masjid.
Penetapan Takdir Tahunan
Dalam khazanah Islam, Lailatul Qadar juga dimaknai sebagai "Malam Penetapan". Pada malam ini, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk mencatat rincian takdir makhluk-Nya untuk satu tahun ke depan, mulai dari urusan rezeki, ajal, hingga keberuntungan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak doa dan ibadah pada malam ini, agar ketika takdir kita sedang dicatat, kita berada dalam kondisi terbaik, sedang bersujud dan memohon ampunan kepada-Nya.
Prakiraan Jadwal Malam Ganjil Ramadan 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang disusun oleh Kemenag, awal Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026 (versi Pemerintah/NU) atau 20 Februari 2026 (versi Muhammadiyah).
Berikut adalah estimasi tanggal malam-malam ganjil Ramadan 1447 H:
Malam ke-21 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 9 Maret 2026 malam
Pemerintah: 10 Maret 2026 malam
Malam ke-23 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 11 Maret 2026 malam
Pemerintah: 12 Maret 2026 malam
Malam ke-25 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 13 Maret 2026 malam
Pemerintah: 14 Maret 2026 malam
Malam ke-27 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 15 Maret 2026 malam
Pemerintah: 16 Maret 2026 malam
Malam ke-29 Ramadan 1447 H
Muhammadiyah: 17 Maret 2026 malam
Pemerintah: 18 Maret 2026 malam
Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk mendapatkan pahala setara dengan beribadah selama 83 tahun atau 1.000 bulan. Momentum ini juga menjadi waktu terbaik untuk memohon pengampunan dosa masa lalu dan meminta ketetapan takdir yang baik untuk masa depan.
Oleh karena itu, jangan lewatkan malam-malam terakhir di bulan Maret 2026 ini dengan aktivitas yang kurang bermanfaat. Fokuskan energi untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)