Jakarta: Presiden RI Prabowo bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prabowo menyatakan akan melakukan investasi besar-besaran agar Indonesia bisa lebih siap menghadapi bencana.
Baca juga: Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Negara Hemat Rp50 Triliun
“Saya bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi kita. Badan-badan (yang bertugas) menghadapi bencana harus kita perkuat,” kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9).
Prabowo juga mengatakan pemerintah terus menambah armada-armada helikopter untuk lebih taktis lagi dalam menghadapi karhutla.
Tak hanya itu, investasi juga disiapkan untuk menghadirkan peralatan-peralatan yang mumpuni agar mitigasi bencana bisa lebih cepat dilakukan.
“Kita perlu ratusan helikopter untuk water bombing. Kita perlu. Saya sudah pesan beberapa pesawat besar untuk water bombing,” kata Prabowo.
Prabowo juga berpesan agar jajarannya jangan sampai terjerat korupsi. Korupsi justru akan memperlemah institusi. Sumber daya alam yang dipunyai pun tidak akan bisa dimaksimalkan. Ujungnya, pemerintah akan lemah saat menghadapi situasi krisis seperti bencana alam.
“Kalau kita tidak bisa menjaga resources-resources kita, kita nanti akan mengalami kelemahan dalam menghadapi situasi yang kita perlukan,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan jika Indonesia berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire. Secara geografis, Indonesia berada di wilayah yang sangat aktif secara vulkanik dan seismik. Indonesia menjadi tempat pertemuan lempeng-lempeng tektonik dunia sehingga rawan terhadap bencana alam.
Meski begitu, lanjut Prabowo, Indonesia juga diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah. Tanah yang subur.
Di tengah bencana, tanah Indonesia ternyata menghasilkan mineral-mineral yang luar biasa, seperti emas hingga logam tanah jarak (rare earth) yang saat ini banyak dicari.
“Jadi, inilah yang mungkin Kuasa (Yang Mahakuasa) kasih cobaan, tapi Dia juga kasih kelebihan. Nah, tinggal bagaimana kita me-manage negara kita. Karena itu, kita harus memiliki negara, memiliki institusi yang efisien,” tegas Presiden.
Untuk itu, sejak awal menjabat, Presiden Prabowo berkomitmen untuk terus melakukan efisiensi anggaran. Presiden bahkan memeriksa sendiri anggaran yang ada di setiap kementerian.
“Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya periksa anggaran. Itu tiap kementerian itu ada anggaran untuk hari ulang tahun. Dan itu tidak sedikit. Saya hilangkan. Tidak usah ada perayaan hari ulang tahun,” tegas Prabowo.
Prabowo menyampaikan pada tahun pertama pemerintahannya, negara berhasil menghemat anggaran lebih dari Rp300 triliun. Dana hasil efisiensi tersebut antara lain dialihkan untuk mendukung program-program produktif.
Jakarta:
Presiden RI Prabowo bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prabowo menyatakan akan melakukan investasi besar-besaran agar Indonesia bisa lebih siap menghadapi bencana.
“Saya bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi kita. Badan-badan (yang bertugas) menghadapi bencana harus kita perkuat,” kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9).
Prabowo juga mengatakan pemerintah terus menambah armada-armada helikopter untuk lebih taktis lagi dalam menghadapi karhutla.
Tak hanya itu, investasi juga disiapkan untuk menghadirkan peralatan-peralatan yang mumpuni agar mitigasi bencana bisa lebih cepat dilakukan.
“Kita perlu ratusan helikopter untuk water bombing. Kita perlu. Saya sudah pesan beberapa pesawat besar untuk water bombing,” kata Prabowo.
Prabowo juga berpesan agar jajarannya jangan sampai terjerat korupsi. Korupsi justru akan memperlemah institusi. Sumber daya alam yang dipunyai pun tidak akan bisa dimaksimalkan. Ujungnya, pemerintah akan lemah saat menghadapi situasi krisis seperti bencana alam.
“Kalau kita tidak bisa menjaga resources-resources kita, kita nanti akan mengalami kelemahan dalam menghadapi situasi yang kita perlukan,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan jika Indonesia berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire. Secara geografis, Indonesia berada di wilayah yang sangat aktif secara vulkanik dan seismik. Indonesia menjadi tempat pertemuan lempeng-lempeng tektonik dunia sehingga rawan terhadap bencana alam.
Meski begitu, lanjut Prabowo, Indonesia juga diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah. Tanah yang subur.
Di tengah bencana, tanah Indonesia ternyata menghasilkan mineral-mineral yang luar biasa, seperti emas hingga logam tanah jarak (rare earth) yang saat ini banyak dicari.
“Jadi, inilah yang mungkin Kuasa (Yang Mahakuasa) kasih cobaan, tapi Dia juga kasih kelebihan. Nah, tinggal bagaimana kita me-manage negara kita. Karena itu, kita harus memiliki negara, memiliki institusi yang efisien,” tegas Presiden.
Untuk itu, sejak awal menjabat, Presiden Prabowo berkomitmen untuk terus melakukan efisiensi anggaran. Presiden bahkan memeriksa sendiri anggaran yang ada di setiap kementerian.
“Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya periksa anggaran. Itu tiap kementerian itu ada anggaran untuk hari ulang tahun. Dan itu tidak sedikit. Saya hilangkan. Tidak usah ada perayaan hari ulang tahun,” tegas Prabowo.
Prabowo menyampaikan pada tahun pertama pemerintahannya, negara berhasil menghemat anggaran lebih dari Rp300 triliun. Dana hasil efisiensi tersebut antara lain dialihkan untuk mendukung program-program produktif.
(SAW)