Tanah Bumbu: Kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang membuat pendidikan vokasi semakin memegang peranan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap terjun ke industri.
Menyadari hal tersebut, PT Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM), bagian dari EAS Group pemegang saham pengendali sekaligus induk langsung PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta lokal melalui kerja sama dengan delapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Fokus utamanya adalah memperkuat pendidikan vokasi, meningkatkan kompetensi siswa, serta menciptakan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di SMKN 1 Simpang Empat dan melibatkan delapan sekolah, yakni SMKN 1 Simpang Empat, SMKS Kodeco Simpang Empat, SMKN 1 Kusan Hilir, SMKN 1 Kusan Hulu, SMKN 1 Sungai Loban, SMKS Tunas Bangsa, SMKS Al Hidayah, dan SMKS DDI.
Direktur PT Kodeco Agrojaya Mandiri, Anang Yusanto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas SDM di wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, generasi muda Tanah Bumbu perlu mendapatkan akses pendidikan dan pengalaman industri yang memadai agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari berbagai daerah.
“PT KAM peduli terhadap pengembangan SDM yang berada di Tanah Bumbu agar mampu bersaing dengan SDM dari luar daerah. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujarnya dikutip kembali pada Rabu, 17 Juni 2026.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, PT KAM akan menghadirkan para leader terbaik perusahaan untuk terlibat dalam pelaksanaan Kelas Industri Program Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan.
Program ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis mengenai dunia kerja, budaya industri, hingga perkembangan teknologi di sektor perkebunan modern.
Selain menjadi pengajar dalam kelas industri, perusahaan juga akan berpartisipasi dalam penyusunan dan penyelarasan kurikulum agar materi pembelajaran yang diterima siswa sesuai dengan kebutuhan industri.
Langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dalam aspek pembelajaran praktik, PT KAM juga membuka kesempatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi para siswa. Perusahaan menekankan pentingnya penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini sebagai bekal utama saat memasuki dunia kerja.
Sementara itu, untuk memberikan perlindungan yang optimal, PT KAM menggandeng BPJS Ketenagakerjaan guna memastikan seluruh siswa yang menjalani PKL terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala SMKN 1 Simpang Empat, Drs.Amran Ali,MM, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT Kodeco Agrojaya Mandiri dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan di Tanah Bumbu.
Menurutnya, sinergi antara sekolah dan industri merupakan langkah strategis untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga mampu melahirkan generasi yang kompeten, berdaya saing, dan siap menjadi estafet pembangunan di masa depan,” kata Amran Ali.
Tanah Bumbu:
Kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang membuat pendidikan vokasi semakin memegang peranan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap terjun ke industri.
Menyadari hal tersebut, PT Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM), bagian dari EAS Group pemegang saham pengendali sekaligus induk langsung PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta lokal melalui kerja sama dengan delapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Fokus utamanya adalah memperkuat pendidikan vokasi, meningkatkan kompetensi siswa, serta menciptakan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di SMKN 1 Simpang Empat dan melibatkan delapan sekolah, yakni SMKN 1 Simpang Empat, SMKS Kodeco Simpang Empat, SMKN 1 Kusan Hilir, SMKN 1 Kusan Hulu, SMKN 1 Sungai Loban, SMKS Tunas Bangsa, SMKS Al Hidayah, dan SMKS DDI.
Direktur PT Kodeco Agrojaya Mandiri, Anang Yusanto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas SDM di wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, generasi muda Tanah Bumbu perlu mendapatkan akses pendidikan dan pengalaman industri yang memadai agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari berbagai daerah.
“PT KAM peduli terhadap pengembangan SDM yang berada di Tanah Bumbu agar mampu bersaing dengan SDM dari luar daerah. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujarnya dikutip kembali pada Rabu, 17 Juni 2026.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, PT KAM akan menghadirkan para leader terbaik perusahaan untuk terlibat dalam pelaksanaan Kelas Industri Program Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan.
Program ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis mengenai dunia kerja, budaya industri, hingga perkembangan teknologi di sektor perkebunan modern.
Selain menjadi pengajar dalam kelas industri, perusahaan juga akan berpartisipasi dalam penyusunan dan penyelarasan kurikulum agar materi pembelajaran yang diterima siswa sesuai dengan kebutuhan industri.
Langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dalam aspek pembelajaran praktik, PT KAM juga membuka kesempatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi para siswa. Perusahaan menekankan pentingnya penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini sebagai bekal utama saat memasuki dunia kerja.
Sementara itu, untuk memberikan perlindungan yang optimal, PT KAM menggandeng BPJS Ketenagakerjaan guna memastikan seluruh siswa yang menjalani PKL terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala SMKN 1 Simpang Empat, Drs.Amran Ali,MM, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT Kodeco Agrojaya Mandiri dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan di Tanah Bumbu.
Menurutnya, sinergi antara sekolah dan industri merupakan langkah strategis untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga mampu melahirkan generasi yang kompeten, berdaya saing, dan siap menjadi estafet pembangunan di masa depan,” kata Amran Ali.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ANN)