Ilustrasi AI di dunia kerja (Dok. Istimewa)
Ilustrasi AI di dunia kerja (Dok. Istimewa)

AI Kini Jadi Skill Baru yang Mulai Dibutuhkan di Dunia Kerja, Siapkan Dirimu Sekarang!

Muhammad Syahrul Ramadhan • 29 Mei 2026 14:42
Ringkasnya gini..
  • AI mulai meluas ke berbagai bidang, mulai dari operasional bisnis, pemasaran, customer service, hingga pengembangan karier profesional.
  • Banyak perusahaan di Indonesia kini mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, menghemat waktu kerja.
  • Seiring meningkatnya kebutuhan skill AI di dunia kerja, pembelajaran AI praktis menjadi salah satu tren pengembangan skill yang semakin diminati.
Jakarta: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara masyarakat bekerja dan menjalankan bisnis. Jika sebelumnya AI identik dengan industri teknologi dan coding, kini penggunaannya mulai meluas ke berbagai bidang, mulai dari operasional bisnis, pemasaran, customer service, hingga pengembangan karier profesional.
 
Fenomena ini juga mulai terlihat di Indonesia. Banyak perusahaan kini mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, menghemat waktu kerja, hingga membantu proses pengambilan keputusan. Di sisi lain, individu juga mulai menggunakan AI untuk membantu pekerjaan sehari-hari, membuat konten, menyusun CV, hingga membangun workflow otomatis secara lebih praktis.
 
Chief Technology Officer Cakap, Yohan Limerta, mengatakan bahwa kemampuan menggunakan AI saat ini mulai berkembang menjadi skill baru yang relevan di berbagai industri.

“Dulu kemampuan digital seperti Microsoft Excel atau penggunaan tools online menjadi nilai tambah. Sekarang, AI mulai bergerak ke arah yang sama. Bukan hanya untuk engineer atau programmer, tetapi juga untuk profesional, pelaku bisnis, mahasiswa, bahkan pemula yang ingin bekerja lebih efektif dan produktif,” ujar Yohan dalam keteranganya dikutip Jumat, 29 Mei 2026.
 
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi akses terhadap teknologi AI, melainkan bagaimana masyarakat dapat memahami cara memanfaatkan AI secara praktis dan relevan dengan kebutuhan nyata.
 
Pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan project kini mulai banyak diminati karena dinilai lebih relevan dengan kebutuhan industri yang bergerak cepat. Masyarakat tidak hanya ingin memahami teori AI, tetapi juga ingin mengetahui bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan langsung untuk membantu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
  Melihat kebutuhan tersebut, Cakap menghadirkan Cakap AI Academy, sebuah program pembelajaran AI praktis yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami penggunaan AI untuk kebutuhan kerja, bisnis, dan pengembangan karier. Program ini menghadirkan pembelajaran seputar automation workflow, AI chatbot, content generation, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas kerja dan bisnis.
 
Program pembelajaran ini menggunakan pendekatan no-code dan project-based learning sehingga peserta dari berbagai latar belakang dapat mulai belajar membangun sistem AI sederhana tanpa harus memiliki pengalaman coding sebelumnya.
 
“AI seharusnya menjadi tools yang mempermudah pekerjaan manusia, bukan sesuatu yang terasa rumit dan eksklusif. Karena itu kami ingin membuat pembelajaran AI menjadi lebih accessible, practical, dan applicable untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Yohan.
 
Seiring meningkatnya kebutuhan skill AI di dunia kerja, pembelajaran AI praktis diperkirakan akan menjadi salah satu tren pengembangan skill yang semakin diminati dalam beberapa tahun ke depan, tidak hanya bagi profesional teknologi, tetapi juga masyarakat umum yang ingin tetap relevan di era kerja berbasis AI.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA