Jakarta: Perguruan tinggi menjadi kunci untuk mengembangkan potensi pariwisata di Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia, penelitian dan riset.
Ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati dalam International Tourism Seminar yang digelar oleh Program Doktor Ilmu Komunikasi Angkatan ke-35 (DIK-35) Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid pada Jumat, 24 Juli 2026 di Jakarta.
Dalam sesi tersebut Kurniasih menyoroti tentang potensi wisata halal Indonesia dan peran kunci institusi perguruan tinggi. “Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Begitu juga dalam melahirkan inovasi melalui riset yang akan mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia," jelas Kurniasih di Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.
Kurniasih menegaskan untuk dapat bersaing di tingkat global dalam segmen wisata halal, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi. Ia mendorong perguruan tinggi untuk ikut serta dalam mengembangkan wisata halal di Indonesia melalui penguatan sumber daya manusia, riset, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Hal senada disampaikan Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Zainudin Maliki. Dalam sesi tersebut Zainudin mengulas tentang desa wisata yang saat ini sudah mulai bermunculan, tetapi banyak juga yang tidak bisa bertahan lama.
Salah satunya yang dialami Desa Wisata Setigi di Gresik yang berhasil mengubah area bekas tambang kapur menjadi destinasi wisata alam dan membukukan keuntungan Rp4,5 miliar pada 2020. Namun, belakangan terhadap wisata Setigi ini menurun.
“Cuman sayangnya keberlanjutannya ini belakangan mengalami penurunan. Ini dibutuhkan intervensi keinginan tinggi bisa membantu bagaimana supaya desa-wisata ini menjadi desa wisata yang berkelanjutan,” jelasnya.
Zainudin menyebut Indonesia memiliki 75.266 desa. Salah satu upaya untuk memajukkan desa adalah dengan membangun desa wisata, namun untuk mewujudkan upaya pembangunan dan peningkatan perekonomian desa membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Ia mendorong perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan desa wisata dengan riset, inovasi, serta program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat yang mereka jalankan.
"Kami berharap perguruan tinggi dapat memberikan sentuhan inovasi dan pendampingan agar desa wisata tidak hanya sukses, tetapi juga berkelanjutan," tegasnya.
Jakarta: Perguruan tinggi menjadi kunci untuk mengembangkan
potensi pariwisata di Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia, penelitian dan riset.
Ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati dalam International Tourism Seminar yang digelar oleh Program Doktor Ilmu Komunikasi Angkatan ke-35 (DIK-35) Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid pada Jumat, 24 Juli 2026 di Jakarta.
Dalam sesi tersebut Kurniasih menyoroti tentang potensi wisata halal Indonesia dan peran kunci institusi perguruan tinggi. “Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Begitu juga dalam melahirkan inovasi melalui riset yang akan mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia," jelas Kurniasih di Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.
Kurniasih menegaskan untuk dapat bersaing di tingkat global dalam segmen wisata halal, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk
institusi pendidikan tinggi. Ia mendorong perguruan tinggi untuk ikut serta dalam mengembangkan wisata halal di Indonesia melalui penguatan sumber daya manusia, riset, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Hal senada disampaikan Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Zainudin Maliki. Dalam sesi tersebut Zainudin mengulas tentang desa wisata yang saat ini sudah mulai bermunculan, tetapi banyak juga yang tidak bisa bertahan lama.
Salah satunya yang dialami Desa Wisata Setigi di Gresik yang berhasil mengubah area bekas tambang kapur menjadi destinasi wisata alam dan membukukan keuntungan Rp4,5 miliar pada 2020. Namun, belakangan terhadap wisata Setigi ini menurun.
“Cuman sayangnya keberlanjutannya ini belakangan mengalami penurunan. Ini dibutuhkan intervensi keinginan tinggi bisa membantu bagaimana supaya desa-wisata ini menjadi desa wisata yang berkelanjutan,” jelasnya.
Zainudin menyebut Indonesia memiliki 75.266 desa. Salah satu upaya untuk memajukkan desa adalah dengan membangun desa wisata, namun untuk mewujudkan upaya pembangunan dan peningkatan perekonomian desa membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Ia mendorong perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan desa wisata dengan riset, inovasi, serta program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat yang mereka jalankan.
"Kami berharap perguruan tinggi dapat memberikan sentuhan inovasi dan pendampingan agar desa wisata tidak hanya sukses, tetapi juga berkelanjutan," tegasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(RUL)