Jakarta: Penguatan sektor ekonomi syariah kini menjadi salah satu instrumen yang diandalkan pemerintah dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Hal ini tercermin dalam dorongan terhadap institusi keuangan syariah untuk lebih berperan aktif dalam rencana pembangunan jangka menengah 2024-2029.
Salah satu pelaku industri, PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance), baru saja mencatatkan penilaian positif dalam industri ini dengan meraih penghargaan sebagai Top Sharia Business Unit - General Insurance pada ajang 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards.
Sektor keuangan syariah diproyeksikan menjadi pilar kemandirian ekonomi melalui penyediaan perlindungan risiko yang sesuai dengan prinsip syariat, yang pasarnya terus berkembang di Indonesia.
Pimpinan Sharia Division BRI Insurance, Khusnul Hilal, menyatakan bahwa apresiasi yang diterima pihaknya di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tersebut merupakan refleksi dari upaya industri dalam menjalankan prinsip tata kelola yang amanah bagi nasabah.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan perlindungan bagi seluruh nasabah," kata Khusnul dalam keterangannya.
Di sisi lain, Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menegaskan pentingnya adaptivitas perusahaan asuransi terhadap kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Menurutnya, posisi entitas yang kompetitif sangat diperlukan agar industri asuransi syariah mampu berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja ekonomi makro.
Sementara itu, praktisi industri Bram S. Putro menambahkan bahwa kekuatan industri keuangan syariah akan berbanding lurus dengan besarnya kontribusi yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Penguatan pada unit-unit syariah di sektor asuransi umum diharapkan dapat mempercepat penetrasi keuangan syariah di Indonesia secara menyeluruh.
Dengan tren positif ini, industri asuransi syariah diharapkan tidak hanya tumbuh secara organik, tetapi juga mampu menjadi pilar penyangga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang ada saat ini.
Jakarta: Penguatan sektor
ekonomi syariah kini menjadi salah satu instrumen yang diandalkan pemerintah dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Hal ini tercermin dalam dorongan terhadap institusi keuangan syariah untuk lebih berperan aktif dalam rencana pembangunan jangka menengah 2024-2029.
Salah satu pelaku industri, PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance), baru saja mencatatkan penilaian positif dalam industri ini dengan meraih penghargaan sebagai Top Sharia Business Unit - General Insurance pada ajang 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards.
Sektor keuangan syariah diproyeksikan menjadi pilar kemandirian ekonomi melalui penyediaan perlindungan risiko yang sesuai dengan prinsip syariat, yang pasarnya terus berkembang di Indonesia.
Pimpinan Sharia Division BRI Insurance, Khusnul Hilal, menyatakan bahwa apresiasi yang diterima pihaknya di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tersebut merupakan refleksi dari upaya industri dalam menjalankan prinsip tata kelola yang amanah bagi nasabah.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan perlindungan bagi seluruh nasabah," kata Khusnul dalam keterangannya.
Di sisi lain, Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menegaskan pentingnya adaptivitas perusahaan asuransi terhadap kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Menurutnya, posisi entitas yang kompetitif sangat diperlukan agar industri asuransi syariah mampu berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja ekonomi makro.
Sementara itu, praktisi industri Bram S. Putro menambahkan bahwa kekuatan industri keuangan syariah akan berbanding lurus dengan besarnya kontribusi yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Penguatan pada unit-unit syariah di sektor asuransi umum diharapkan dapat mempercepat penetrasi keuangan syariah di Indonesia secara menyeluruh.
Dengan tren positif ini, industri asuransi syariah diharapkan tidak hanya tumbuh secara organik, tetapi juga mampu menjadi pilar penyangga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang ada saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)