Ilustrasi medcom.id
Ilustrasi medcom.id

Bukan Usia, Faktor Ini yang Menentukan Kelayakan Pesawat Beroperasi

Nasional Sriwijaya Air Jatuh Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak
Patrick Pinaria • 10 Januari 2021 22:26
Jakarta: Nasib mengenaskan terjadi pada pesawat Sriwijaya Air SJ-182 penerbangan Jakarta-Pontianak, Sabtu 9 Januari. Pesawat itu jatuh dan ditemukan dalam kondisi hancur di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.
 
Kecelakaan pesawat Air SJ-182 itu sontak menjadi perbincangan banyak publik. Terutama soal kelayakan pesawat itu untuk beroperasi. Maklum, usia pesawat tersebut sudah tergolong tua, yakni 26 tahun. 
 
Namun, permasalahan mengenai usia pesawat Sriwijaya Air SJ-182 langsung dibantah pilot kapten Vincent Raditya. Ia menilai usia pesawat tidak bisa menjadi tolok ukur untuk peristiwa tersebut. Menurut Vincent, kelayakan pesawat untuk beroperasi seharusnya diukur dari perawatannya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada batasan umur pesawat untuk setop dioperasikan. Entah itu pesawat dari 1930 sampai 1940, kalau mereka dirawat dengan baik masih bisa digunakan," ujar Vincent lewat video akun Youtube miliknya pada Minggu (10/1/2021).
 
"Yang jadi masalah adalah biaya. Semakin lama jam terbang pesawat, otomatis semakin banyak melakukan pengecekan. Jadi maskapai juga akan semakin banyak mengeluarkan biaya," tambahnya.
 
Pada kesempatan itu, Vincent juga menjelaskan pesawat dinilai sudah tidak layak operasi ketika sudah tidak ada perawatan yang baik dari maskapai.
 
"Jadi pada umumnya, pesawat itu akan setop dioperasikan ketika biaya perawatannya sudah melebihi kemampuan financial maskapai," tutur Vincent.
 
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu 9 Januari, pukul 14.40 WIB. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu baru lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih dilakukan tim SAR. Mereka pun dikabarkan sudah menemukan TKP pesawat terjatuh.
 
Laporan teranyar menyebutkan posisi terakhir pesawat ditemukan di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Di dalam pesawat tersebut terdapat 62 orang yang di antaranya adalah 50 penumpang dan 12 kru.
 
(ACF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif