Illustration (Photo: Medcom.id)
Illustration (Photo: Medcom.id)

Bahaya Ketika Pesawat Dalam Keadaan Stall

Nasional
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Januari 2021 14:08
Jakarta: Stall merupakan kondisi yang bisa membahayakan pesawat. Apabila pilot tidak bisa recovery dari stall akibatnya bisa menyebabkan pesawat jatuh.
 
Lalu apa itu Stall, dijelaskan oleh kapten Vincent Raditya di kanal YouTubenya, Stall adalah kondisi pesawat kehilangan daya angkat. Ia menyebut stall sendiri dibagi dua, yaitu high speed stall dan low speed stall.
 
“Kalau low speed stall, kita bicara tentang kehilangan daya angkat, itu bisa terjadi ketika kita exit a critical angle of attack. Ketika sayap mencapai sudut tertentu, ketika sayap melewati sudut maksimal maka sayap bisa kita bilang kehilangan daya angkat, atau stall,” terang kapten Vincent.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa stall ini  disebabkan oleh dua hal, pertama tidak ada airspeed yang dimana ini yang membuat pesawat tetap bisa dikendalikan di kokpit. Kedua exit critical angle attack, dalam situasi ini kata dia, solusinya adalah menurunkan pesawat atau nose down dan mendapatkan kembali airflow.
 
Lantas seberapa berbahaya stall ini, Vincent membaginya menjadi dua berbahaya dan sangat berbahaya. Situasi berbahaya bisa diselamatkan dengan cara melakukan recovery. Dan tentu diperlukan kecakapan dari pilot.
 
“Kita bagi kalsifikasi sangat berbahaya mana yang berbahaya. Tergantung pesawatnya, kalau jet diatas 10 ribu bahaya. di bawah 10 ribu berbahaya sekali. Perlu ruang untuk recovery,” ujarnya.
 
“Kalau stall atas atau bawah? di bawah. Kalau dia atas masih bisa recovery, itu merupakan memory item semua pilot, ketika stall break untuk regain air flow, regain speed, regain inersia. Itu cara recovery stall intinya itu berbahaya,” sambungnya.

Stall Bisa Direcovery


Meski berbahaya, pilot tetap bisa melakukan recovery untuk menyelamatkan pesawat.
Stall berbahaya bisa recovery, di bawah sangat berbahaya. Pilot hidup dari limitasi harus tau limitasi pesawat kecepatan maksimal, itu membuat pilot terbang dengan aman.
 
“Gambaran recovery ketika stall kekurangan airspeed, atau exit critical angle of attack karena menarik terlalu tinggi, atau sudah kehabisan kecepatan adalah regain airspeed, regain airflow, harus nose down,” terangnya.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif