Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

12 Pelajar SMK Hendak Demo di DPR Reaktif Covid-19

Nasional Virus Korona unjukrasa ricuh pandemi covid-19
Siti Yona Hukmana • 07 Oktober 2020 19:27
Jakarta: Polisi melakukan rapid test virus korona (covid-19) kepada 200 orang yang ditangkap hendak demo di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Dari ratusan pedemo itu, baru 90 orang selesai menjalani tes cepat covid-19.
 
"Dari 90 orang ini ada sekitar 12 orang reaktif covid-19. Dua dari Jakarta Barat dan 10 dari Jakarta Pusat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Yusri mengatakan rapid test dilakukan di Polres Metro Jakarta Barat. Pelaksanaan rapid test dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke-12 orang yang reaktif itu merupakan siswa sekolah menengah kejuruan. Mereka tergabung dalam 200 orang yang ditangkap polisi saat hendak melakukan unjuk rasa di DPR, Jakarta Pusat. Ke-12 pelajar itu telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan swab test.
 
"(Kalau positif) akan diisolasi di daerah Pademangan (Jakarta Utara), di sana ada tempat isolasi untuk orang-orang terpapar covid-19," kata Yusri.
 
Baca: 200 Penyusup Demo UU Cipta Kerja Ditangkap
 
Yusri tak ingin ada lagi orang berkerumun. Dia berharap 12 pelajar reaktif covid-19 itu dijadikan pelajaran untuk tidak lagi berdemo di tengah pandemi covid-19.
 
"Ini contoh salah satunya ternyata menjadi klaster baru covid-19. Ini bukan hanya membahayakan bagi teman-teman yang mau menyampaikan pendapat, tetapi petugas juga," ujar Yusri.
 
Pelajar SMK itu hendak demo di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat atas undangan yang diterima dari media sosial. Polisi kini tengah mencari pelaku penyebar undangan itu.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif