Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Satgas Covid-19: Vaksin Terbukti Efektif Kurangi Tingkat Kematian

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19 Satgas Covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia
Theofilus Ifan Sucipto • 24 Juli 2021 13:08
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut vaksin efektif mengurangi tingkat kematian. Hal itu berdasarkan data vaksinasi di DKI Jakarta sejak 12 Januari-8 Juli 2021.
 
Vaksin covid-19 terbukti efektif mengurangi tingkat kematian,” tulis data Satgas Penanganan Covid-19 seperti dikutip Medcom.id, Sabtu, 24 Juli 2021.
 
Data satgas menyebut 3.216.574 orang di Jakarta menerima vaksin covid-19 dosis pertama selama 12 Januari-8 Juli 2021. Sebanyak 15.088 orang tetap terinfeksi covid-19 atau 0,47 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jumlah orang yang terpapar setelah divaksin sangat kecil dibanding jumlah yang terlindungi,” tulis data Satgas.
 
Sebanyak 50 orang yang menerima dosis pertama vaksin meninggal akibat covid-19. Jumlah itu 0,0016 persen dengan case fatality rate (CFR) atau perbandingan orang meninggal dari total orang yang sakit sebesar 0,33 persen.
 
“CFR juga menurun jauh,” bunyi data tersebut.
 
Baca: Sektor Swasta Diharapkan Bantu Percepatan Vaksinasi Nasional
 
Sebanyak 1.945.121 orang di Jakarta telah menerima dosis kedua vaksin covid-19. Sebanyak 1.896 orang atau 0,10 persen tetap terinfeksi covid-19 dan empat orang meninggal.
 
“Jumlahnya setara dengan 0,0002 persen dengan CFR 0,21 persen,” tulis data Satgas.
 
Satgas mengatakan total 5.161.695 orang di Jakarta yang sudah divaksin dosis pertama maupun kedua selama 12 Januari-8 Juli 2021. Masyarakat yang terinfeksi meski sudah divaksin sebanyak 16.984 orang atau 0,33 persen.
 
“Total masyarakat yang meninggal 54 orang atau 0,0010 persen dengan CFR 0,32 persen,” bunyi data itu.
 
Satgas menyebut kebanyakan populasi yang sudah divaksin dan tetap terpapar covid-19 tidak menunjukkan gejala berat. Mereka hanya mengalami gejala ringan bahkan tidak bergejala.
 
“Vaksin aman dan efektif. Jangan tunda, jangan ragu, segera divaksinasi begitu vaksin tersedia di dekatmu,” bunyi data itu.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif