Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Medcom.id/M. Sholahadin Azhar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Medcom.id/M. Sholahadin Azhar

Mendagri Diminta Responsif Soal Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah

Theofilus Ifan Sucipto • 08 September 2021 15:28
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian diminta responsif terhadap kasus perusakan dan pembakaran masjid milik Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Desa Balai Harapan, Sintang. Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) mesti disikapi serius.
 
“Kami mendesak Mendagri melakukan tindakan sesuai kewenangannya terhadap elemen pemerintahan daerah di Sintang,” kata Direktur Riset SETARA Institute Halili Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 September 2021.
 
Halili menyebut kewenangan itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah. Beleid itu memungkinkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjatuhkan sanksi kepada pemerintah daerah yang tidak melaksanakan program prioritas nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mengingat Nawa Cita Presiden (Joko Widodo) menjadikan HAM, penguatan kebhinekaan, dan peneguhan kehadiran negara merupakan prioritas,” ujar dia.
 
Menurut Halili, Kemendagri perlu menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kolaborasi itu untuk mencabut surat keputusan bersama (SKB) pelarangan Ahmadiyah.
 
“SKB bermasalah dalam konstruksi norma dan penegakannya dan dijadikan sebagai alat legitimasi dan memicu kelompok-kelompok intoleran,” ujarnya.
 
Baca: Tersangka Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah Jadi 22 Orang
 
Kericuhan terjadi di sekitar Masjid Miftahul Huda milik JAI di Desa Balai Harapan, Sintang, pada Jumat 3 September 2021. Kericuhan terjadi pada siang hari setelah salat berjemaah usai.
 
Kericuhan sempat terekam gawai dan viral. Tampak ratusan orang merusak bangunan termasuk rumah ibadah tersebut.
 
Sebanyak 300 personel TNI-Polri dikerahkan mengamankan tempat kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun rumah ibadah itu rusak dilempar massa. Bahkan, ada bangunan di belakang rumah ibadah milik JAI itu terbakar.
 
Jemaah Ahmadiyah yang berjumlah 72 orang atau 20 kepala keluarga (KK) telah dievakuasi. Aparat menduga massa yang turut merusak rumah ibadah itu berjumlah 200 orang.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif