BAZNAS membuka layanan kurban pada Iduladha 1439 H melalui platform pembayaran digital, OVO (Foto:Dok.BAZNAS)
BAZNAS membuka layanan kurban pada Iduladha 1439 H melalui platform pembayaran digital, OVO (Foto:Dok.BAZNAS)

BAZNAS dan OVO Hadirkan Layanan Kurban Online

Nasional BAZNAS
M Studio • 16 Agustus 2018 12:40
Jakarta: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membuka layanan kurban pada Iduladha 1439 H melalui platform pembayaran digital, OVO. Kurban yang dibeli melalui OVO akan disalurkan melalui Program Kurban Berdayakan Desa.
 
Layanan kemudahan berkurban melalui OVO ini diresmikan di Jakarta pada Kamis, 16 Agustus 2018. Turut hadir dalam acara tersebut Deputi BAZNAS Arifin Purwakananta dan President Director OVO Adrian Suherman.
 
Arifin mengatakan, melalui kerja sama dengan OVO, dapat memberikan kemudahan kepada para pekurban dalam menunaikan kurbannya. Ia optimistis masyarakat akan menyambut baik inovasi ini karena menawarkan kemudahan membeli kurban secara online. Kurban yang ditunaikan melalui OVO akan turut dalam Program Kurban Berdayakan Desa yang tujuannya bukan hanya untuk melayani para pekurban dalam menjalankan ibadah, namun juga melakukan pemberdayaan ekonomi pedesaan, khususnya peternak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BAZNAS akan membeli hewan kurban dari peternak-peternak di desa, menyembelih, dan mendistribusikan kepada masyarakat desa yang membutuhkan. Saat ini telah disiapkan berbagai desa di 24 provinsi yang akan menjadi lokasi Program Kurban Berdayakan Desa.
 
"Kurban Berdayakan Desa ini akan memindahkan perputaran uang yang lebih banyak terjadi di kota agar menjadi lebih banyak di desa sehingga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat desa," kata Arifin.
 
Selain peternak yang mendapatkan manfaat ekonomi, masyarakat desa pun akan mendapatkan tambahan asupan gizi dari daging kurban yang dibagikan.
 
“Kerja sama ini membawa OVO satu langkah lebih dekat dengan visinya yaitu menjadikan OVO tersedia di mana saja dan bagi siapa saja, dengan semakin banyak tempat yang menerima OVO sebagai platform pembayaran. Salah satunya, layanan donasi," ujar President Director OVO Adrian Suherman.
 
"Melalui kerja sama ini, OVO memberikan akses digital kepada masyarakat dalam pengumpulan donasi dan membantu BAZNAS untuk menjangkau 60 juta basis pengguna OVO dan membantu mereka untuk berdonasi dengan lebih mudah, aman, dan terpercaya dengan dukungan teknologi," kata Adrian.
 
OVO Gandeng BAZNAS Bantu Korban Gempa Lombok
 
Para pengguna aplikasi pembayaran digital, OVO membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui BAZNAS. Penggalangan dana yang dilakukan oleh OVO mendapat respon sangat baik dari masyarakat sehingga hanya dalam waktu beberapa hari, uang sudah terkumpul mendekati Rp500 juta dan akan dilipatgandakan oleh OVO, Grab, dan Lippo Group.
 
OVO menggalang dana secara mandiri melalui laman “Deals” pada aplikasi OVO. Penggalangan dana ini dibuat sehari setelah gempa pertama 6,4 SR mengguncang Lombok akhir Juli lalu sebagai bentuk keprihatinan kepada para korban.
 
“Kami sangat berterima kasih kepada pengguna OVO yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk saudara-saudara kita korban gempa bumi di Lombok,” ujar Adrian.
 
“Sebagai bentuk tanggung jawab kami, dana yang telah terkumpul akan sepenuhnya disalurkan melalui BAZNAS, organisasi kredibel yang sudah memiliki akses terhadap para korban serta untuk pembangunan sarana dan prasarana yang terdampak,” katanya.
 
Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta mengatakan, BAZNAS memiliki visi yang sama dengan OVO untuk membuka seluas-luasnya partisipasi warga dalam membantu korban gempa Lombok. Dana yang terkumpul ini akan disalurkan kepada para korban gempa Lombok melalui berbagai program BAZNAS yang telah dilaksanakan di lokasi gempa.
 
“BAZNAS telah menerjunkan tim gabungan untuk membantu para korban gempa bumi di Lombok,” katanya.
 
Hingga saat ini tim telah melakukan aksi evakuasi korban, mendirikan tenda pengungsian, membantu kebutuhan logistik untuk para pengungsi dan memberikan santunan kepada korban yang meninggal dunia.
 
Selain itu, BAZNAS juga memberikan bantuan strategis berupa rumah sakit lapangan, pembuatan fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) portable, revitalisasi jaringan telepon dan listrik yang terputus, melatih korban dengan program trauma healing dan mendirikan hunian sementara.
 
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, jumlah korban meninggal dunia hingga Senin (13/8/2018) di Lombok mencapai 436 orang. Korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kota Lombok.
 
Untuk korban luka-luka tercatat 1.353 orang yang terdiri dari 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Seperti korban meninggal dunia, korban luka-luka terbanyak juga terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang.
 
Sementara itu jumlah pengungsi berdasarkan data dari Posko Tanggap Gempa Lombok tercatat ada 352.793 pengungsi yang tersebar di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Mataram.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif