Presiden Joko Widodo (mengenakan jas hitam), melakukan pertemuan dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (ketiga dari kiri) beserta jajaranya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/7). MI/PANCA SYURKANI.
Presiden Joko Widodo (mengenakan jas hitam), melakukan pertemuan dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (ketiga dari kiri) beserta jajaranya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/7). MI/PANCA SYURKANI.

Jokowi dan Jim Yong Kim Cari Solusi untuk Anak Kurang Gizi

Nasional kunjungan kenegaraan gizi kurang
Achmad Zulfikar Fazli • 04 Juli 2018 10:15
Bogor: Presiden Joko Widodo dan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim fokus membahas masalah kekurangan gizi yang menimpa sejumlah anak-anak di Tanah Air. Keduanya akan mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.
 
"Ini adalah masalah yang sangat penting bagi saya. Saya percaya publik mengharapkan dari pemimpin seperti Anda dan saya sebuah terobosan," ujar Jokowi dalam pengantar pertemuan dengan Kim di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 4 Juli 2018.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, data WHO mencatat penderita gizi buruk di Indonesia mencapai 7,8 juta dari 23 juta balita atau sekitar 35,6 persen. Sebanyak 18,5 persen kategori sangat pendek dan 17,1 persen kategori pendek. Dengan kejadian itu, WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi yakin Indonesia dan Bank Dunia tahu cara menangani permasalahan ini. Untuk itu, dia ingin mendiskusikan cara-cara praktis yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah gizi buruk ini, misalnya dengan menggunakan teknologi, lewat sektor swasta, maupun masyarakat sipil.
 
"Kita tahu, kita hidup di abad ke-21, era smartphone dan media sosial dan bahkan pesawat drone dan kecerdasan buatan yang saya percaya bahwa ada mekanisme untuk solusi atas gizi buruk kepada anak-anak, dengan memanfaatkan teknologi baru ini, sekarang ada secara diam-diam tersedia," ungkap Jokowi.
 
Jokowi tak mau masalah ini membuat semua orang hanya bergantung kepada pemerintah. Sebab, dia khawatir hal itu akan membuat penanganan masalah ini melambat.
 
"Dengan cara lain kita dapat melibatkan sektor swasta untuk menghasilkan upaya bottom up yang berkelanjutan," pungkas Jokowi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif