Konten pornografi sama bahaya dengan narkoba. Foto: Dok/Metro TV
Konten pornografi sama bahaya dengan narkoba. Foto: Dok/Metro TV

Konten Pornografi Sama Bahaya dengan Narkoba

MetroTV • 08 April 2022 16:12
Jakarta: Konten pornografi ternyata masih menjadi momok bagi masyarakat Indonesia terutama di era digital seperti sekarang ini. Konten pornografi sendiri bisa dikatakan sama berbahayanya dengan narkoba karena bisa membuat kecanduan.
 
Seorang psikolog Frisca Melissa menyampaikan bahwa ada beberapa alasan seseorang bersedia mengeluarkan uang demi mendapatkan konten pornografi, seperti adanya kemungkinan jika mengonsumsi konten pornografi sudah menjadi kebiasaan orang yang bersangkutan. Alasan lain adalah adanya perilaku kompulsif.
 
"Kompulsif ini maksudnya adanya dorongan kuat dari seseorang untuk melakukan sesuatu, dalam hal ini adalah membeli atau mengkonsumsi konten pornografi untuk meredakan kecemasan," ungkap Psikolog Frisca Melissa dalam program Selamat Pagi Indonesia, Jumat, 8 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, alasan individu bersedia membeli konten pornografi juga bisa dikarenakan mereka sudah ketagihan atau kecanduan. Saat ada di tahap ini artinya seseorang telah kehilangan kontrol atas dirinya. Meskipun mereka ingin berhenti melakukan hal tersebut, mereka akan tetap tidak mampu menghentikan dirinya. Karena itu, dapat dikatakan kecanduan konten pornografi sama berbahaya dengan kecanduan narkoba.
 
"Betul, kecanduan konten pornografi sama dengan kecanduan narkoba karena ada kesamaan yang muncul, seperti hilangnya kontrol diri. Yang seharusnya individu normal dewasa mampu mengontrol dan mengarahkan dirinya, tapi ketika ketagihan, mereka akan kehilangan kontrol diri tersebut," ungkap Frisca.
 
Frisca kemudian menambahkan, kesamaan lainnya yang muncul adalah timbulnya masalah sosial atau penurunan fungsi-fungsi keseharaian. Pecandu konten pornografi maupun narkoba biasanya mengabaikan tanggung jawabnya yang jauh lebih penting demi melihat atau mendapatkan konten tersebut. Tanggung jawab itu antara lain terhadap pekerjaan, masalah finansial, keluarga, bahkan terhadap pasangan yang sesungguhnya.
 
Ironisnya, kecanduan konten pornografi kerap kali merupakan bentuk manifestasi dari masalah-masalah lain yang dihadapi orang yang bersangkutan. Sehingga mereka menjadikan kegiatan mengonsumsi konten pornografi sebagai jalan keluar demi meredakan stress.
 
"Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah mungkin orang tersebut mempunyai kondisi mental tertentu, ada tekanan stress yang kuat dan dia bingung bagaimana untuk merilis stressnya. Karena akses terhadap konten pornografi semakin mudah, akhirnya terpaparlah konten pornografi. Dan setelah mereka mengkonsumsi, mereka menemukan rasa rileks," kata psikolog itu. (Fatha Annisa)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif