Jakarta: Peneliti Global Health Security and Policy, Center for Environment and Population Health, Griffith University Australia, Dicky Budiman, menilai imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pencegahan penyebaran Omicron sudah tepat. Kepala Negara menyampaikan hal itu untuk mencegah memburuknya situasi pandemi covid-19.
"Setuju yang disampaikan Presiden dan yang juga sangat penting untuk pemerintah lakukan saat ini adalah sebetulnya memitigasi dampak," kata Dicky kepada Medcom.id, Rabu, 19 Januari 2022.
Dicky menekankan pencegahan Omicron tak sekadar deteksi dini atau karantina dengan waktu lama. Akselerasi vaksinasi juga mampu mencegah mengganasnya varian tersebut.
"Kalau kita tidak mitigasi kuat, ini berbahaya karena dampaknya bisa serius terutama pada kelompok yang belum divaksinasi seperti anak-anak ini," ujar Dicky.
Baca: 3 Imbauan Jokowi untuk Cegah Penyebaran Omicron
Selain itu, percepatan vaksinasi untuk kelompok berisiko terpapar covid-19 harus terus digencarkan. Terlebih vaksinasi kepada kelompok prioritas yang mendapat booster atau dosis ketiga.
"Kelompok yang berisiko tinggi karena menurun proteksi imunitasnya karena lebih dari 5-6 bulan dan belum sempat di-booster," ucap Dicky.
Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah imbauan mencegah penyebaran varian Omicron. Walau tak perlu bereaksi berlebihan, masyarakat tetap harus waspada dan menjalankan langkah pencegahan.
Tiga imbauan Jokowi mencegah Omicron:
Mengurangi kegiatan di pusat keramaian apabila tidak mendesak.
Melakukan kegiatan bekerja dari rumah (WFH) bagi yang mampu.
Melarang berpergian ke luar negeri, kecuali jika penting dan mendesak
"Berhati-hati perlu, waspada perlu, tetapi jangan menimbulkan ketakutan, jangan menimbulkan kepanikan,” kata Jokowi dari Istana Bogor dalam tayangan Headline News di Metro TV, Selasa, 18 Januari 2022
Jakarta: Peneliti Global Health Security and Policy, Center for Environment and Population Health, Griffith University Australia, Dicky Budiman, menilai imbauan Presiden Joko Widodo (
Jokowi) terkait pencegahan penyebaran Omicron sudah tepat. Kepala Negara menyampaikan hal itu untuk mencegah memburuknya situasi pandemi
covid-19.
"Setuju yang disampaikan Presiden dan yang juga sangat penting untuk pemerintah lakukan saat ini adalah sebetulnya memitigasi dampak," kata Dicky kepada
Medcom.id, Rabu, 19 Januari 2022.
Dicky menekankan pencegahan
Omicron tak sekadar deteksi dini atau karantina dengan waktu lama. Akselerasi vaksinasi juga mampu mencegah mengganasnya varian tersebut.
"Kalau kita tidak mitigasi kuat, ini berbahaya karena dampaknya bisa serius terutama pada kelompok yang belum divaksinasi seperti anak-anak ini," ujar Dicky.
Baca:
3 Imbauan Jokowi untuk Cegah Penyebaran Omicron
Selain itu, percepatan vaksinasi untuk kelompok berisiko terpapar covid-19 harus terus digencarkan. Terlebih vaksinasi kepada kelompok prioritas yang mendapat
booster atau dosis ketiga.
"Kelompok yang berisiko tinggi karena menurun proteksi imunitasnya karena lebih dari 5-6 bulan dan belum sempat di-
booster," ucap Dicky.
Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah imbauan mencegah penyebaran varian
Omicron. Walau tak perlu bereaksi berlebihan, masyarakat tetap harus waspada dan menjalankan langkah pencegahan.
Tiga imbauan Jokowi mencegah Omicron:
- Mengurangi kegiatan di pusat keramaian apabila tidak mendesak.
- Melakukan kegiatan bekerja dari rumah (WFH) bagi yang mampu.
- Melarang berpergian ke luar negeri, kecuali jika penting dan mendesak
"Berhati-hati perlu, waspada perlu, tetapi jangan menimbulkan ketakutan, jangan menimbulkan kepanikan,” kata Jokowi dari Istana Bogor dalam tayangan Headline News di Metro TV, Selasa, 18 Januari 2022
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)