Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti
Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti

PT KCI Perketat Protokol Kesehatan pada Masa PSBB Total

Nasional PT KCI
Gervin Nathaniel Purba • 16 September 2020 17:11
Jakarta: Merespons aturan PSBB total yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melanjutkan dan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan yang sebelumnya sudah dijalankan.
 
Dari segi jam operasional, kereta commuter beroperasi pada pukul 04.00 WIB hingga 21.00 WIB. Sebelum masa pandemi, operasional kereta commuter beroperasi mulai pukul 04.00 WIB hingga 24.00 WIB.
 
PT KCI juga mengeluarkan aturan tambahan yaitu melarang pengguna lanjut usia (lansia) menggunakan kereta pada jam sibuk. Para lansia dapat menggunakan kereta hanya pada pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk anak di bawah lima tahun sementarai ini masih tidak diizinkan naik kereta," ujar Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, pada program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 15 September 2020.
 
Jumlah penumpang juga turut dibatasi. Sesuai anjuran pemerintah dalam mencegah penyebaran virus covid-19, PT KCI hanya mengangkut penumpang kurang dari 50 persen total kapasitas. Setiap gerbong kereta hanya akan diisi 74 orang.
 
"Sebelum pandemi, kami biasa mengangkut satu juta penumpang per hari. Setelah Maret dilakukan pembatasan, sehingga ada penurunan volume hingga 80 persen. Penurunan paling drastis sempat terjadi hingga kami pernah melayani hanya 162 ribu pengguna per hari," ujar Wiwik.
 
Jumlah perjalanan kereta juga turut berkurang. Sebelum pandemi covid-19, terdapat 991 kereta per hari yang beroperasi. Pada masa pandemi covid-19, hanya 975 kereta yang beroperasi per hari.
 
"Pengaturan perjalanan dan frekuensi kereta ini sangat penting untuk diatur dengan cermat. Tidak pada jam-jam tertentu. Nanti mengakibatkan kepadatan di stasiun dan kereta," ujar dia.
 
PT KCI, kata Wiwik, tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Pegawai PT KCI juga tidak luput dari perhatian agar kesehatannya senantiasa terjamin.
 
"Kami juga memberikan perlindungan kepada petugas. Ada sekitar tiga ribu petugas di lapangan. Terdiri dari petugas pengamanan, loket, dan pelayanan penumpang (passenger service). Mereka dibekali masker, sarung tangan, face shield, dan vitamin," kata Wiwik.
 
Upaya sosialisasi secara konsisten juga dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). Sejauh ini, KAI konsisten menyosialisasikan ajakan untuk menerapkan protokol kesehatan kepada masyarakat melalui media massa dan media sosial.
 
"Kami juga menyediakan rapid test di 14 stasiun besar, bekerja sama dengan salah satu BUMN. Biayanya Rp85 ribu," kata Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo.
 
(ROS)



TERKAIT
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif