Usia muda tak menjadi jaminan pekerja terbebas dari ancaman covid-19 (Foto:Shutterstock)
Usia muda tak menjadi jaminan pekerja terbebas dari ancaman covid-19 (Foto:Shutterstock)

Pemerintah Diminta Lindungi Pekerja Tanpa Pandang Usia

Nasional berita dpr
Intan Yunelia • 14 Mei 2020 19:19
Jakarta: Kebijakan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang memperbolehkan pekerja berusia 45 tahun ke bawah untuk kembali bekerja, dinilai kurang tepat. Umur muda bukan jaminan bebas dari ancaman covid-19.
 
Anggota Komisi IX DPR RI Fauzi H Amro mengatakan pemerintah seharusnya tetap mengikuti aturan physical distancing atau pembatasan fisik untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dengan menjaga jarak fisik ini sama halnya dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO).
 
“Menurut saya, keselamatan pekerja harus lebih diutamakan sesuai anjuran WHO. Seharusnya tidak perlu ada kebijakan dikotomi umur dalam dunia kerja pada masa pandemi antara pekerja yang berusia 45 ke atas dan 45 ke bawah, karena tak ada yang menjamin usia muda bakal bebas terpapar korona. Virus tak memandang usia. Anak muda pun bisa rentan kena virus korona karena tidak menerapkan pola hidup sehat,” kata Fauzi, dikutip dpr.go.id, Kamis, 14 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Partai NasDem ini menjelaskan bahwa aturan tersebut tercetus untuk mengurangi pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun di satu sisi, keputusan itu tetap saja bertentangan dengan protokol penanganan covid-19.
 
Pemerintah seharusnya bisa belajar dari kasus sebelumnya, yaitu penularan korona di klaster Sampoerna Sidoarjo. Kasus tersebut merupakan salah satu contoh para karyawan yang dibiarkan bekerja, kemudian tertular di tempat kerja yang sudah terpapar covid-19.
 
"Kebijakan pemerintah yang mengizinkan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah bekerja kembali itu aneh. Karena kebijakan tersebut tidak sesuai dengan protokol WHO mengenai pencegahan covid-19. Padahal hal utama yang harus dilakukan adalah menghindari berkerumun,” tutur Fauzi.
 
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebutkan warga di bawah usia 45 tahun dapat kembali bekerja. Kelonggaran ini diberikan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.
 
Secara fisik, pada umumnya warga berusia di bawah 45 tahun masih sehat. Mereka masuk kategori masyarakat aktif dengan mobilitas tinggi yang berpengaruh terhadap kondisi lapangan kerja.
 
Sementara, warga berusia 46 tahun ke atas diminta memperketat kewaspadaan agar tak tertular covid-19. Sebab, kelompok usia 46 hingga 59 tahun memiliki komorbiditas atau penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, jantung, hingga penyakit paru obstraksi kronis.
 
Risiko kematian tertinggi akibat covid-19 datang dari kelompok usia 65 tahun ke atas, yakni mencapai 45 persen.
 

(ROS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif