Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

Kapolri: RI Masih Rentan Perpecahan

Nasional kapolri
Ilham Pratama Putra • 13 Juli 2019 08:38
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Indonesia masih berpotensi alami perpecahan. Menurutnya hal ini tak lepas dari dominasi masyarakat kelas bawah di tanah air.
 
“Bangsa kita masih didominasi masyarakat kelas bawah sehingga masih berpotensi perpecahan dari faktor internal. Selama 74 tahun dominasi low class yang masih banyak dan pengangguran masih tinggi,” kata Tito seperti dilansir Media Indonesia, Sabtu, 13 Juli 2019.
 
Menurut Tito, negara-negara yang masih didominasi masyarakat kelas bawah kerap menyampaikan ketidakpuasan mereka kepada pemerintah. Selain itu mereka rentan alami kecemburuan sosial, rentan terhadap provokasi, dan rentan diadu domba antar kelas masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita harus jujur bahwa kita belum mampu membuat bangsa kita dalam demografinya didominasi masyarakat kelas menengah. Indikator negara kuat dan stabil ialah masyarakat kelas menengah yang besar,” jelasnya.
 
Ia mencontohkan, seluruh negara besar dan kuat hampir dipastikan masyarakatnya didominasi kelas menengah, sedangkan masyarakat kelas bawahnya hanya sebagian kecil. Contohnya di Amerika Serikat, Singapura, Selandia Baru, Denmark, Norwegia, dan Finlandia.
 
“Negara kuat didominasi kelas menengah. Potensi konflik menjadi lebih rendah karena kecukupan,” ujar Tito.
 
Walaupun terjadi peningkatan kelas masyarakat, dia merasa pemerataan kesejahteraan masih kurang. Semua itu menjadi potensi memicu munculnya isu-isu lain yang bersifat primordial.
 
“Isu ideologi, agama, perbedaan suku, ras, akan muncul ketika terjadi permasalahan di bidang kesejahte-raan ekonomi,” ujarnya. (Media Indonesia)
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif