Proyek MRT/MI/Ramdani
Proyek MRT/MI/Ramdani

Target MRT Sambungkan Jakarta dan Sekitarnya

Nasional Proyek MRT
25 Maret 2019 07:01
Jakarta: Beroperasinya secara resmi moda raya terpadu (MRT) Ratangga fase I dari Stasiun Lebak Bulus-Stasiun Bundaran HI, kemarin, mendorong masyarakat memasuki budaya baru dalam bertransportasi.
 
"Inilah nanti budaya baru yang terus kita kenalkan. Kita sosialisasikan. Ini ialah peradaban baru. Kita harus yakin bahwa kita bisa mengubah masyarakat dari budaya lama ke budaya baru," kata Presiden Joko Widodo ketika meresmikan MRT Ratangga di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, kemarin.
 
Budaya baru yang dimaksud, lanjut Jokowi, ialah kebiasaan antre ketika menaiki MRT, tidak membuang sampah sembarangan baik di stasiun maupun di dalam MRT, dan budaya disiplin atau tepat waktu saat menaiki MRT.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau tidak dibudayakan, percuma kita memiliki MRT. Artinya, kita harus menjaga dan merawat MRT ini," ujar Presiden.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambahkan pembangunan MRT fase pertama ini merupakan sebuah terobosan infrastruktur untuk mengatasi persoalan transportasi publik di Ibu Kota.
 
"MRT juga didorong untuk menjadi bagian dari sistem integrasi transportasi Ibu Kota. Ke depan, kita dorong terus integrasinya dengan moda transportasi lain, seperti LRT dan commuter line," kata Anies.
 
Jokowi berharap dalam waktu 10 tahun ke depan terbangun jalur MRT di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Dalam 10 tahun sepanjang 231 km (jalur MRT) bisa kita selesaikan. Anggaran yang diperlukan untuk pembangunan 231 km jalur itu di Jakarta dan sekitarnya mencapai Rp571 triliun untuk penataan ruang, permukiman, dan membenahi sistem drainase di dalam kota."
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak warga tertib saat menggunakan MRT. Hal itu merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Kemenhub ketika berlangsungnya masa uji coba MRT untuk masyarakat.
 
Dia berharap setiap warga memiliki kesadaran untuk menyesuaikan diri dengan budaya baru bertransportasi. "Kami melihat ada warga yang belum tertib. Saya harap kita harus menyesuaikan," pungkas Budi. (Media Indonesia)
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif