Sejumlah warga Wamena di zona Netral Perbatasan RI-PNG/Istimewa
Sejumlah warga Wamena di zona Netral Perbatasan RI-PNG/Istimewa

TNI Pulangkan Puluhan Warga Wamena di Perbatasan Papua Nugini

Nasional perbatasan
Siti Yona Hukmana • 04 Mei 2019 09:07
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Pamtas Yonif 328 Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantu memulangkan puluhan warga Wamena yang tertahan di zona Netral. Tak hanya itu, pasukan loreng juga mengamankan 50 kubik kayu ilegal di wilayah Perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea atau Papua Nugini yang disebut RI-PNG.
 
“Baru-baru ini, anggota (Satgas Pamtas) di Skouw membantu memulangkan 33 orang warga Wamena yang tertahan di Zona Netral Perbatasan RI-PNG,” ujar Dansatgas Yonif 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari melalui keterangan tertulisnya di Keerom, Papua, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Erwin mengatakan, 33 warga Wamena itu ditahan karena tidak dapat menunjukan kelengkapan dokumen seperti Pasport atau Kartu Lintas Batas (KLB) saat hendak masuk ke PNG. Mayoritas mereta tak tahu aturan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu terjadi pada Rabu, 1 Mei 2019 kemarin. Mayoritas mereka (warga Wamena) tidak memahami bahwa untuk berkunjung atau tinggal di negara tetangga, baik RI maupun PNG, harus membawa kelengkapan dokumen tersebut," kata Erwin.
 
Menurut Erwin, warga Wamena tak mengetahui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Oleh karenanya, mereka bertahan di Zona Netral hingga mendapatkan izin masuk ke PNG.
 
"Walau sempat terjadi ketegangan antara mereka dengan pengunjung lainnya, setelah berkoordinasi dengan Kepala Adm PLBN Skouw dan Kapospol Skouw, anggota Satgas kita berhasil mengupayakan mereka kembali ke daerahnya," tutur Erwin.
 
Erwin menyebut, Skouw merupakan salah satu wilayah berbatasan langsung dengan PNG yang memiliki kerawanan cukup tinggi. Khususnya kejahatan lintas negara seperti penyelundupan barang ilegal, peredaran Narkoba atau minuman keras, pelintas batas dan lain sebagainya.
 
Di hari yang sama, anggota Pos Komado Utama (Kout) Km 31 yang dipimpin Letda Inf Eka Deny berhasil mencegah dan mengamankan truk bermuatan 50 batang kayu ilegal. Pengamanan kayu itu dilakukan saat anggota melewati pos pemeriksaan. Sopir truk berinisial AD, 48 tidak dapat menunjukkan bukti maupun dokumen resminya.
 
"Maka truk dan kayu tersebut diamankan sambil berkoordinasi dengan Dinas KPHP Kabupaten Keerom untuk ditindaklanjuti. Hingga saat ini, peredaran kayu ilegal semakin marak dan mereka sepertinya tidak jera," imbuh Erwin.
 
Atas dua kejadian itu, Erwin menginstruksikan personelnya untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan dan pemantauan, terhadap berbagai aktivitas ilegal. “Kita ketatkan, bukan berarti ingin mengganggu kenyamanan penduduk yang akan melintas, namun untuk meminimalisir dan mempersempit kegiatan-kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah perbatasan ini,” pungkas Erwin.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif