Yamaha Motor Racing
Yamaha Motor Racing

Analisis Teknis MotoGP (Bagian 3)

Minimalisir Daya Grip Ban, Bisa Kurangi Resiko High Side!

Ahmad Garuda • 10 Juni 2014 10:18
medcom.id: Daya cengkeram ban di motor MotoGP, dikatakan banyak pihak sudah memasuki tahap sempurna. Lantaran daya cengkram tapak ban alias grip ban bisa bertahan hingga akhir balapan. Berbeda ketika MotoGP era awal 2000-an atau di tahun 90-an. Dimana daya cengkram ban saat itu mulai berkurang menjelang pertengahan balapan.
 
Hasilnya, pembalap bisa mengasah feeling terhadap grip ban motor lebih baik. Artinya mereka punya pilihan, agar tetap bisa cepat di tikungan, teknik rear wheel steering adalah wajib dilakukan. Kemungkinan terjatuh saat melakukan teknik ini pun sedikit bisa ditebak. Yaitu jatuh ke sisi yang lebih rendah alias low side.
 
Kondisi yang berseberangan akan terjadi ketika grip ban bisa bertahan hingga balapan berakhir. Dimana pembalap takkan lagi memikirkan grip ban motornya saat balapan. Pembalap malah lebih fokus bagaimana menikung dengan cara ekstrim dan cepat. Bahkan ketika motor kehilangan grip pun, kebanyakan pembalap memaksa mengembalikan motor ke posisinya menggunakan sikut tangan.

Insiden paling parah dan bisa menjadi pelajaran bagi penyusun regulasi di MotoGP adalah insiden maut yang dialami oleh Marco Simoncelli di MotoGP Sepang, Malaysia 2011 silam. Kemungkinan insiden maut ini tidak akan terjadi jika grip ban tidak sempurna. Artinya motor akan terjatuh dan akhirnya berakhir di gravel sebelah kiri.
 
Namun karena Simoncelli terlihat sangat yakin bahwa grip bannya masih sangat mumpuni. Itu terlihat dari upayanya untuk tetap berada di atas motor. Makanya ia tetap berupaya agar motor bisa tegak lagi.
 
Insiden paling parah juga sering terjadi, yaitu berupa high side alias jatuh dari sisi yang tinggi ketika menikung. Yaitu jika pembalap membelok ke kiri, pembalapnya terlempar ke kanan. Kecelakaan dengan cara seperti ini menjadi hal yang paling sering membuat pembalap mengalami cedera parah. Juga menjadi isu yang sering terjadi lantaran terlalu percaya pada grip ban.
 
Namun perubahan regulasi pemasok ban tunggal untuk MotoGP 2016, diharapkan membawa perubahan besar. Dimana Michelin dipercaya sebagai pemasok ban tunggal MotoGP 2016. Paling tidak ada perubahan kultur penggunaan ban di balap dunia sekelas MotoGP. Tentu untuk meningkatkan safety, skill dan tontonan yang seru.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>