Pengendara sedang bernegosiasi dengan calo tilang di PN Jaksel, Jumat (12/6/2016).MTVN/Tri Kurniawan
Pengendara sedang bernegosiasi dengan calo tilang di PN Jaksel, Jumat (12/6/2016).MTVN/Tri Kurniawan

Calo Tilang Diduga Kongkalikong dengan `Orang Dalam` PN Jaksel

Tri Kurniawan • 12 Juni 2015 11:35
medcom.id, Jakarta: Keberadaan ratusan calo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diduga karena pengendara yang kena tilang malas ikut sidang. Pengendara tak ragu-ragu mengeluarka uang lebih agar surat kendaraan yang masuk pengadilan bisa cepat diambil.
 
"Kalau ikut sidang lama, bisa berjam-jam. Ya seperti bikin SIM kan lama," kata seorang pengendara yang sedang menunggu calo mengambilkan STNK kendaraannya di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jumat (12/6/2015).
 
Pria berkaos biru itu ditilang karena tidak punya SIM dan lampu kendaraan tidak menyala. Dia mengaku, menggunakan jasa calo untuk mengurus perkara karena harus buru-buru ke tempat bekerja.

"Kalau calo lebih cepat. Mungkin karena ada orang dalam," tuturnya.
 
Pria yang membawa sepeda motor Yamaha Mio modifikasi itu sudah 15 menit menunggu calo di luar Gedung PN Jaksel. Dia sepakat merogoh kocek Rp225 ribu untuk mengurus dua pasal.
 
"Uangnya diberikan kalau SIM saya sudah selesai diurus. Kalau ngasih uang duluan bisa dibawa kabur," dia beralasan.
 
Aksi calo di PN Jaksel sudah lumrah dan berlangsung sejak lama. Meskir dilarang, toh tak pernah ada aparat memberantas mereka. Calo `tilang` tumplek di PN Jaksel, saban Jumat, ketika sidang tilang dihelat.
 
Setiap Jumat, calo-calo nongkrong di sekitar pengadilan namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Jumat pekan ini, calo di pengadilan banyak karena tahu banyak juga yang ditilang polisi saat operasi beberapa waktu lalu.
 
Seorang calo mengaku butuh waktu selama 30 menit untuk mengambil SIM. "Di dalam ada tiga ribu berkas," ungkap calo berkemaja kotak-kotak.
 
Untuk mengambil SIM atau STNK di pengadilan, calo menawarkan tarif bervariasi antara Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Uang itu sudah termasuk untuk membayar denda dan upah calo.
 
"Saya ambil paling cuma Rp15 ribu, kan saya juga harus bayar dendanya," tukas salah seorang calo.
 
Pria berusia sekitar 50 tahun ini berdiri di pinggir Jalan Ampera Raya sejak pagi tadi. Dia memburu para pengendara yang ingin diambilkan SIM di pengadilan tanpa ikut sidang. Geraknya kalah lincah dari calo yang usianya lebih muda.
 
"Sehari paling dapat tiga atau lima. Lumayanlah buat makan," ujarnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>