medcom.id, Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca di lokasi pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak diliputi awan Kumulonimbus. Dapat dipastikan di lokasi tersebut turun hujan disertai petir.
Situs Wikipedia melansir awan Kumulonimbus adalah sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya.
"BMKG mencatat kondisi cuaca di titik hilang kontak pesawat AirAsia di perairan sebelah barat Pulau Kalimantan diliputi awan Kumulonimbus dengan ketinggian 45.000 feet," kata Kepala Bidang Pengelolaan Citra Satelit BMKG, Ana Oktafiana kepada Metro TV, Minggu (28/12/2014).
Ia menjelaskan awan jenis Kumulonimbus berpotensi menimbulkan hujan lebat dan disertai petir. Ana menambahkan pada pukul 07.55 WIB, saat pesawat dinyatakan hilang oleh ATC Bandara Soekarno-Hatta kondisi di perairan tersebut sudah mulai hujan.
"Saat kejadian hilang di pagi hari, kondisi cuaca di Pontianak, Belitung dan Ketapang sudah diguyur hujan dengan intensitas ringan," papar Ana.
Pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ8501 dinyatakan hilang pukul 06.17 WIB setelah tinggal landas dari Bandara Juanda Surabaya pukul 05.36 WIB untuk menuju Singapura.
Sejatinya pesawat tiba di Singapura pukul 08.30 waktu setempat. Hingga siang ini pesawat yang mengangkut 155 penumpang, dua pilot, empat awak kabin satu teknisi itu belum juga ditemukan.
medcom.id, Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca di lokasi pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak diliputi awan Kumulonimbus. Dapat dipastikan di lokasi tersebut turun hujan disertai petir.
Situs Wikipedia melansir awan Kumulonimbus adalah sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya.
"BMKG mencatat kondisi cuaca di titik hilang kontak pesawat AirAsia di perairan sebelah barat Pulau Kalimantan diliputi awan Kumulonimbus dengan ketinggian 45.000 feet," kata Kepala Bidang Pengelolaan Citra Satelit BMKG, Ana Oktafiana kepada
Metro TV, Minggu (28/12/2014).
Ia menjelaskan awan jenis Kumulonimbus berpotensi menimbulkan hujan lebat dan disertai petir. Ana menambahkan pada pukul 07.55 WIB, saat pesawat dinyatakan hilang oleh ATC Bandara Soekarno-Hatta kondisi di perairan tersebut sudah mulai hujan.
"Saat kejadian hilang di pagi hari, kondisi cuaca di Pontianak, Belitung dan Ketapang sudah diguyur hujan dengan intensitas ringan," papar Ana.
Pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ8501 dinyatakan hilang pukul 06.17 WIB setelah tinggal landas dari Bandara Juanda Surabaya pukul 05.36 WIB untuk menuju Singapura.
Sejatinya pesawat tiba di Singapura pukul 08.30 waktu setempat. Hingga siang ini pesawat yang mengangkut 155 penumpang, dua pilot, empat awak kabin satu teknisi itu belum juga ditemukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)