Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid. Dok. Istimewa
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid. Dok. Istimewa

Jurnalis Indonesia Ditahan Saat Misi ke Gaza, Menkomdigi Buka Suara

Annisa ayu artanti • 19 Mei 2026 08:45
Ringkasnya gini..
  • Tiga jurnalis Indonesia ikut dalam misi Global Sumud Flotilla yang kini hilang kontak.
  • Menkomdigi mengecam penahanan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza oleh aparat Israel.
  • Pemerintah RI terus melakukan langkah diplomatik untuk perlindungan WNI di Gaza.
Jakarta: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina.
 
Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
 
“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua," kata Meutya dalam keterangan pers yang dilansir Antara, Selasa, 19 Mei 2026.

Jurnalis membawa suara kemanusiaan

Ia menekankan bahwa para jurnalis hadir untuk menyampaikan suara kemanusiaan dan fakta kepada publik, karenanya mesti dihormati dan diberi ruang aman.

Menurut Kementerian Luar Negeri RI, setidaknya ada 10 kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang ditahan oleh aparat Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
 
Baca juga: Kemlu Pastikan 4 Kru WNI Korban Pembajakan MT Honour 25 di Somalia Sehat

Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui pasti.

Pemerintah RI lakukan upaya diplomatik

Menkomdigi mendukung upaya diplomatik Kementerian Luar Negeri RI untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan akibat serangan Israel.
 
"Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut," ucapnya.
 
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan upaya pelindungan serta pemulangan warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan menuju Gaza apabila diperlukan.
 
"Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan," imbuhnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>