Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan Program Magang Nasional akan berlanjut pada 2026. Jumlah peserta ditargetkan meningkat 50 persen, dari 100 ribu orang pada 2025 menjadi 150 ribu peserta tahun ini.
Penambahan kuota dilakukan seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Menurut Yassierli, program magang menjadi bekal penting bagi lulusan baru (fresh graduate) untuk memasuki dunia kerja.
“Arahan Bapak Presiden untuk 2026 kita sudah bisa menyiapkan pelaksanaan magang bagi sebanyak 150 ribu orang. Tahun lalu 100 ribu, sekarang menjadi 150 ribu,” ujar Yassierli dalam Konferensi Pers Penutupan Program Magang Nasional Batch 2 di Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa 25 Mei 2026.
Program Magang Nasional 2026 akan dibuka secara bertahap dalam tiga gelombang (batch), dengan target masing-masing memfasilitasi 50 ribu lulusan baru.
Pemerintah juga telah meminta perusahaan mitra membuka lowongan magang dan menyebarkannya melalui kanal resmi masing-masing.
Yassierli menjelaskan, batch pertama Program Magang Nasional 2026 dijadwalkan dimulai pada Juni mendatang dengan target 50 ribu peserta.
Sementara itu, anggaran upah peserta telah disepakati bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan, dengan pendanaan berasal 100 persen dari APBN.
“Untuk uang sakunya tetap sama, yakni sebesar upah minimum di masing-masing lokasi magang. Apakah menggunakan upah minimum kabupaten/kota atau upah minimum provinsi. Khusus Jakarta menggunakan upah minimum provinsi, sedangkan daerah lain mengikuti upah minimum kabupaten/kota,” jelasnya.
Baca Juga :
Gratis! Kemnaker Buka Sertifikasi BNSP 2026 Bagi Alumni Magang, Ini 15 Skema yang Tersedia
Program Magang Nasional 2025
Program Magang Nasional 2025 resmi berakhir dengan ditutupnya batch kedua pada hari ini. Total peserta tercatat mencapai sekitar 76 ribu orang.
Rinciannya, sebanyak 14 ribu peserta berasal dari batch pertama, sementara sekitar 62 ribu peserta lainnya mengikuti batch kedua.
Yassierli menegaskan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan industri.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif,” kata Yassierli.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyediakan sertifikasi kompetensi secara opsional bagi peserta.
Proses asesmen dilakukan secara luring di balai pelatihan karena pengujian kemampuan harus dilaksanakan secara langsung sesuai standar yang berlaku.
Hasil evaluasi program menunjukkan capaian yang positif. Pada batch pertama, sebanyak 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap penyelenggaraan program, sementara sekitar 14 persen lainnya mengaku cukup puas. Tingkat ketidakpuasan tercatat hanya sebesar 0,7 persen.
Penilaian positif juga datang dari perusahaan mitra. Dari sekitar 4 ribu perusahaan peserta batch pertama, sebanyak 81 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program magang. Adapun tingkat penilaian negatif hanya mencapai 0,4 persen.
Selain itu, Program Magang Nasional dinilai memberi manfaat signifikan bagi peserta. Sekitar 35 persen peserta batch pertama bahkan memperoleh tawaran kerja di tempat mereka menjalani program magang.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja,” pungkas Yassierli.
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan Program
Magang Nasional akan berlanjut pada 2026. Jumlah peserta ditargetkan meningkat 50 persen, dari 100 ribu orang pada 2025 menjadi 150 ribu peserta tahun ini.
Penambahan kuota dilakukan seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Menurut Yassierli, program magang menjadi bekal penting bagi lulusan baru (fresh graduate) untuk memasuki dunia kerja.
“Arahan Bapak Presiden untuk 2026 kita sudah bisa menyiapkan pelaksanaan magang bagi sebanyak 150 ribu orang. Tahun lalu 100 ribu, sekarang menjadi 150 ribu,” ujar Yassierli dalam Konferensi Pers Penutupan Program Magang Nasional Batch 2 di Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa 25 Mei 2026.
Program Magang Nasional 2026 akan dibuka secara bertahap dalam tiga gelombang (batch), dengan target masing-masing memfasilitasi 50 ribu lulusan baru.
Pemerintah juga telah meminta perusahaan mitra membuka lowongan magang dan menyebarkannya melalui kanal resmi masing-masing.
Yassierli menjelaskan, batch pertama Program Magang Nasional 2026 dijadwalkan dimulai pada Juni mendatang dengan target 50 ribu peserta.
Sementara itu, anggaran upah peserta telah disepakati bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan, dengan pendanaan berasal 100 persen dari APBN.
“Untuk uang sakunya tetap sama, yakni sebesar upah minimum di masing-masing lokasi magang. Apakah menggunakan upah minimum kabupaten/kota atau upah minimum provinsi. Khusus Jakarta menggunakan upah minimum provinsi, sedangkan daerah lain mengikuti upah minimum kabupaten/kota,” jelasnya.
Program Magang Nasional 2025
Program Magang Nasional 2025 resmi berakhir dengan ditutupnya batch kedua pada hari ini. Total peserta tercatat mencapai sekitar 76 ribu orang.
Rinciannya, sebanyak 14 ribu peserta berasal dari batch pertama, sementara sekitar 62 ribu peserta lainnya mengikuti batch kedua.
Yassierli menegaskan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan industri.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif,” kata Yassierli.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyediakan sertifikasi kompetensi secara opsional bagi peserta.
Proses asesmen dilakukan secara luring di balai pelatihan karena pengujian kemampuan harus dilaksanakan secara langsung sesuai standar yang berlaku.
Hasil evaluasi program menunjukkan capaian yang positif. Pada batch pertama, sebanyak 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap penyelenggaraan program, sementara sekitar 14 persen lainnya mengaku cukup puas. Tingkat ketidakpuasan tercatat hanya sebesar 0,7 persen.
Penilaian positif juga datang dari perusahaan mitra. Dari sekitar 4 ribu perusahaan peserta batch pertama, sebanyak 81 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program magang. Adapun tingkat penilaian negatif hanya mencapai 0,4 persen.
Selain itu, Program Magang Nasional dinilai memberi manfaat signifikan bagi peserta. Sekitar 35 persen peserta batch pertama bahkan memperoleh tawaran kerja di tempat mereka menjalani program magang.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja,” pungkas Yassierli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)