medcom.id, Jakarta: Setelah mengusung Jokowi sebagai calon presiden, PDIP seolah menjadi partai yang paling takut dicurangi dalam pemilu. Sikap Partai Golkar jauh berbeda. Dalam berbagai kesempatan, Partai Kuning itu tak pernah menyinggung-nyinggung soal ancaman kecurangan pemilu.
Partai Golkar lebih bersikap santai. Mereka percaya diri bahwa kader-kadernya mampu mengawal suara Golkar dari TPS hingga KPU pusat, sehingga suara Golkar bisa diamankan.
“Kami berpikir positif. Ketua Umum kami selalu mengajarkan berpikir positif. Kami yakin kader-kader kami bisa mengawal. Insya Allah Pemilu 2014 menghasilkan pemilihan yang kita harapkan, tanpa ada polemik,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Bidang Penggalangan Opini dan Informasi Publik, Fuad Hasan Masyhur, kepada Metrotvnews.com, Rabu (2/4).
PDIP mulai menabuh genderang perang terhadap kecurangan pemilu, setelah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengeluarkan tiga perintah harian seiring dengan pendeklarasian Jokowi sebagai calon presiden PDIP, pada 14 Maret.
Salah satu bunyi perintah harian itu adalah, “Jaga dan amankan jalannya pemilu legislatif. Terutama di TPS-TPS dan proses perhitungan suara. Dari segala kecurangan dan intimidasi.”
Organisasi-organisasi sayap PDIP seperti Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) juga menegaskan akan mengorganisir kader untuk melakukan pengawasan ketat terhadap proses pemilihan hingga pelaporan suara.
Barisan pendukung Jokowi, tidak ketinggalan menggaungkan tekad yang sama. Mereka ikut membidani lahirnya Barisan Keamanan Aspirasi Rakyat (Bakar) Kecurangan Pemilu. “Tetapi kami tidak ada kaitannya dengan barisan pendukung Jokowi,” kata Panglima Bakar Kecurangan Pemilu, Indro Tjahjono.
Bagimana dengan Golkar? “Kami tidak suudzon. Makanya kami meminta kepada para kader untuk mengawal pelaporan hasil pemilihan. Partai lain pun diharapkan ikut mengawal juga,” kata Fuad.
medcom.id, Jakarta: Setelah mengusung Jokowi sebagai calon presiden, PDIP seolah menjadi partai yang paling takut dicurangi dalam pemilu. Sikap Partai Golkar jauh berbeda. Dalam berbagai kesempatan, Partai Kuning itu tak pernah menyinggung-nyinggung soal ancaman kecurangan pemilu.
Partai Golkar lebih bersikap santai. Mereka percaya diri bahwa kader-kadernya mampu mengawal suara Golkar dari TPS hingga KPU pusat, sehingga suara Golkar bisa diamankan.
“Kami berpikir positif. Ketua Umum kami selalu mengajarkan berpikir positif. Kami yakin kader-kader kami bisa mengawal. Insya Allah Pemilu 2014 menghasilkan pemilihan yang kita harapkan, tanpa ada polemik,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Bidang Penggalangan Opini dan Informasi Publik, Fuad Hasan Masyhur, kepada
Metrotvnews.com, Rabu
(2/4).
PDIP mulai menabuh genderang perang terhadap kecurangan pemilu, setelah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengeluarkan tiga perintah harian seiring dengan pendeklarasian Jokowi sebagai calon presiden PDIP, pada 14 Maret.
Salah satu bunyi perintah harian itu adalah, “Jaga dan amankan jalannya pemilu legislatif. Terutama di TPS-TPS dan proses perhitungan suara. Dari segala kecurangan dan intimidasi.”
Organisasi-organisasi sayap PDIP seperti Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) juga menegaskan akan mengorganisir kader untuk melakukan pengawasan ketat terhadap proses pemilihan hingga pelaporan suara.
Barisan pendukung Jokowi, tidak ketinggalan menggaungkan tekad yang sama. Mereka ikut membidani lahirnya Barisan Keamanan Aspirasi Rakyat (Bakar) Kecurangan Pemilu. “Tetapi kami tidak ada kaitannya dengan barisan pendukung Jokowi,” kata Panglima Bakar Kecurangan Pemilu, Indro Tjahjono.
Bagimana dengan Golkar? “Kami tidak
suudzon. Makanya kami meminta kepada para kader untuk mengawal pelaporan hasil pemilihan. Partai lain pun diharapkan ikut mengawal juga,” kata Fuad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIT)