Jakarta: Kapal selam TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402, dilaporkan hilang, Rabu, 21 April 2021. TNI AL pun telah menurunkan tim melakukan pencarian. Seluruh armada kapal selam juga diterjunkan untuk mencari KRI Nanggala 402.
Seperti diketahui KRI Nanggala 402 dibuat pada 1977 dan mulai difungsikan pada 1981. Terhitung dari awal dioperasikan hingga saat ini, KRI Nanggala tercatat sudah berusia kurang lebih 42 tahun.
Usia 42 tahun jelas membuat armada ini tergolong tua, bahkan renta. Meski belum ada penjelasan soal penyebab hilangnya KRI Nanggala 402, namun usia pakai yang mendekati setengah abad dinilai juga menjadi faktor yang bisa dipertimbangkan jadi penyebab insiden KRI Nanggala.
Hal ini juga diperkuat keterangan TNI Angkatan Laut yang menyebutkan usia kapal selam yang sudah lebih dari 40 tahun berisiko mendapatkan tekanan yang cukup besar. Ini membuat materialnya juga semakin kelelahan.
Lalu pertanyaannya, berapa lama batas aman usia pakai sebuah armada kapal selam? Mengutip dari jurnal ilmiah karya Wibowo H Nugroho dan Ahmad S Mujahid yang berjudul "Prediksi Umur Kelelahan Struktur Badan Tekan Kapal Selam Karena Pengulangan Perubahan Beban Hidrostatik", disimpulkan bahwa usia 42 tahun ternyata jauh melebihi batas ideal usia pemakaian armada kapal selam.
Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa peristiwa penyelaman dari permukaan laut masuk pada kedalaman operasional dan kembali ke permukaan lagi menyebabkan kapal selam mengalami perubahan beban yang berulang (repeated load). Hal ini merupakan kontribusi cukup besar dalam kejadian kelelahan material struktur kapal selam.
Jurnal tersebut merekomendasikan umur kelelahan struktur badan tekan kapal selam adalah 29 tahun. "Umur kelelahan struktur badan tekan kapal selam ini adalah 29 tahun dengan asumsi kejadian beban berulang setelah 22 detik setiap harinya, yaitu saat kejadian 1 (satu) kali menyelam dan naik kepermukaan laut," demikian isi penjelasan jurnal tersebut.
Selain itu, terkait dengan penggantian armada kapal selam untuk kebutuhan TNI AL, direkomendasikan untuk diganti setelah armada tersebut berusia lebih dari 25 tahun. Meski begitu, perlu adanya pemeriksaan keseluruhan pada struktur badan tekan kapal selam paling tidak 1 atau 2 kali dalam setahun.
"Penggunaan gading (frame) dan antar gading besar (web frame) sangat diperlukan. Selain itu hasil penelitian ini diharapkan merupakan masukan yang bermanfaat bagi para pengguna/ pemilik kapal selam dan juga pihak pembuat kebijakan untuk mulai merealisasikan program pembuatan kapal selam milik bangsa Indonesia untuk menggantikan kapal selam yang telah berumur lebih dari 25 tahun," demikian simpulan jurnal yang terbit pada 2015 tersebut.
Berikut adalah profil KRI Nanggala 402 dihimpun dari berbagai sumber:
1. Dibuat Tahun 1981 di Jerman Barat
KRI Nanggala dibuat oleh perusahaan pembuat kapal Howaldtswerke diKiel, Jerman Barat Kapal tersebut dipesan pada 1977 dan mulai difungsikan pada 1981. Kapal selam ini memiliki tipe 209/1300 dan banyak digunakan oleh Angkatan Laut sedunia.
2. Diambil dari nama pewayangan
Kapal ini dinamakan berdasarkan senjata pewayangan Nanggala. Motto kapal tersebut Tabah Sampai Akhir dengan slogan Nagabaswara Jalayudha Pamungkas.
3. Berat 1,395 ton
KRI Nanggala memiliki berat selam 1,395 ton. Dimensi kapal tersebut adalah 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Kapal tersebut bertenaga mesin diesel elektrik, 4 diesel, dan 1 shaft menghasilkan 4,600 shp.
4. Menggunakan senjata torpedo
Kapal dengan awak 34 pelaut tersebut dipersenjatai 14 buah torpedo 21 inci/533 mm dalam 8 tabung.
Jakarta:
Kapal selam TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402, dilaporkan hilang, Rabu, 21 April 2021.
TNI AL pun telah menurunkan tim melakukan pencarian. Seluruh armada kapal selam juga diterjunkan untuk mencari KRI Nanggala 402.
Seperti diketahui KRI Nanggala 402 dibuat pada 1977 dan mulai difungsikan pada 1981. Terhitung dari awal dioperasikan hingga saat ini, KRI Nanggala tercatat sudah berusia kurang lebih 42 tahun.
Usia 42 tahun jelas membuat armada ini tergolong tua, bahkan renta. Meski belum ada penjelasan soal penyebab hilangnya KRI Nanggala 402, namun usia pakai yang mendekati setengah abad dinilai juga menjadi faktor yang bisa dipertimbangkan jadi penyebab insiden KRI Nanggala.
Hal ini juga diperkuat keterangan TNI Angkatan Laut yang menyebutkan usia kapal selam yang sudah lebih dari 40 tahun berisiko mendapatkan tekanan yang cukup besar. Ini membuat materialnya juga semakin kelelahan.
Lalu pertanyaannya, berapa lama batas aman usia pakai sebuah armada kapal selam? Mengutip dari jurnal ilmiah karya Wibowo H Nugroho dan Ahmad S Mujahid yang berjudul "Prediksi Umur Kelelahan Struktur Badan Tekan Kapal Selam Karena Pengulangan Perubahan Beban Hidrostatik", disimpulkan bahwa usia 42 tahun ternyata jauh melebihi batas ideal usia pemakaian armada kapal selam.
Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa peristiwa penyelaman dari permukaan laut masuk pada kedalaman operasional dan kembali ke permukaan lagi menyebabkan kapal selam mengalami perubahan beban yang berulang
(repeated load). Hal ini merupakan kontribusi cukup besar dalam kejadian kelelahan material struktur kapal selam.
Jurnal tersebut merekomendasikan umur kelelahan struktur badan tekan kapal selam adalah 29 tahun. "Umur kelelahan struktur badan tekan kapal selam ini adalah 29 tahun dengan asumsi kejadian beban berulang setelah 22 detik setiap harinya, yaitu saat kejadian 1 (satu) kali menyelam dan naik kepermukaan laut," demikian isi penjelasan jurnal tersebut.
Selain itu, terkait dengan penggantian armada kapal selam untuk kebutuhan TNI AL, direkomendasikan untuk diganti setelah armada tersebut berusia lebih dari 25 tahun. Meski begitu, perlu adanya pemeriksaan keseluruhan pada struktur badan tekan kapal selam paling tidak 1 atau 2 kali dalam setahun.
"Penggunaan gading
(frame) dan antar gading besar
(web frame) sangat diperlukan. Selain itu hasil penelitian ini diharapkan merupakan masukan yang bermanfaat bagi para pengguna/ pemilik kapal selam dan juga pihak pembuat kebijakan untuk mulai merealisasikan program pembuatan kapal selam milik bangsa Indonesia untuk menggantikan kapal selam yang telah berumur lebih dari 25 tahun," demikian simpulan jurnal yang terbit pada 2015 tersebut.
Berikut adalah profil KRI Nanggala 402 dihimpun dari berbagai sumber:
1. Dibuat Tahun 1981 di Jerman Barat
KRI Nanggala dibuat oleh perusahaan pembuat kapal Howaldtswerke diKiel, Jerman Barat Kapal tersebut dipesan pada 1977 dan mulai difungsikan pada 1981. Kapal selam ini memiliki tipe 209/1300 dan banyak digunakan oleh Angkatan Laut sedunia.
2. Diambil dari nama pewayangan
Kapal ini dinamakan berdasarkan senjata pewayangan Nanggala. Motto kapal tersebut Tabah Sampai Akhir dengan slogan Nagabaswara Jalayudha Pamungkas.
3. Berat 1,395 ton
KRI Nanggala memiliki berat selam 1,395 ton. Dimensi kapal tersebut adalah 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Kapal tersebut bertenaga mesin diesel elektrik, 4 diesel, dan 1 shaft menghasilkan 4,600 shp.
4. Menggunakan senjata torpedo
Kapal dengan awak 34 pelaut tersebut dipersenjatai 14 buah torpedo 21 inci/533 mm dalam 8 tabung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)