Mantan Kabais TNI Laksda (Purn) Soleman B. Ponto. Foto: Antara/Wahyu Andika
Mantan Kabais TNI Laksda (Purn) Soleman B. Ponto. Foto: Antara/Wahyu Andika

Eks Kabais: Pengadaan Alutsista Lebih Baik Sedikit Tapi Baru

Nasional alutsista tni tni bali Kapal Selam TNI AL
Siti Yona Hukmana • 23 April 2021 12:40
Jakarta: Insiden KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan utara Bali pada Rabu dini hari, 21 April 2021, menjadi alarm bagi sektor pertahanan dan militer Indonesia. Pemerintah diminta tidak lagi membeli atau overhaul kapal berusia uzur untuk mencegah kejadian serupa.
 
"Jadi memang sekarang kita harus (lakukan) peremajaan ini. Enggak usah lah berpikir beli kapal bekas, lebih baik sedikit tapi kapal baru," kata mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Laksamana Muda (purn) Soleman Ponto dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 23 April 2021.
 
Dia menyebut kapal-kapal Indonesia saat ini banyak yang sudah tua. Menurut Soleman banyak hal yang harus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkap hanya ada dua kapal tenggelam saat dia masih aktif di TNI Angkatan Laut (AL), atau sepanjang 1978-2013. Namun, sudah ada empat kapal mengalami kecelakaan sepanjang 2013-2021. Termasuk KRI Nanggala-402.
 
"Itu yang tenggelam kapal-kapal tua semua. Nanggala ini mudah-mudahan kita ketemu. itu juga buatan tahun 1977, sudah 44 tahun," kata Soleman.
 
Soleman menyebut biaya pemeliharaan kapal tua besar dan berpotensi tinggi mengalami kecelakaan atau rusak. Karena itu, dia meminta pemerintah tidak lagi membeli kapal tua.
 
Dia menyadari keputusan pemerintah membeli kapal bekas karena keterbatasan anggaran. Dia pun tidak sepakat dengan kebijakan modernisasi atau overhaul kapal tua dengan teknologi baru.
 
"Apakah kita hanya karena bisa murah meriah jadi punya banyak, tapi korban manusianya (harus dipikirkan). Kita mendidik manusia kan tidak mudah," ucapnya.
 
KRI Nanggala-402 hilang kontak saat latihan penembakan torpedo di perairan utara Bali. Kapal selam dengan 53 awak itu diduga berada di palung laut sedalam 600-700 meter.
 
Baca: Hari Ini, Pencarian KRI Nanggala-402 Dimaksimalkan
 
Sebanyak 21 armada dikerahkan mencari KRI Naggala-402. Antara lain KRI Rigel-933, KRI REM-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Dipenogoro-365, dan KRI DR Soeharso. Kemudian, satu helikopter seri Panther.
 
TNI mengerahkan 400 personel. Ratusan prajurit TNI AL itu akan menyisir perairan Bali mencari keberadaan kapal selam tersebut. Sementara itu, Polri juga mengerahkan empat kapal yakni jenis sonar dan robotik, yang memiliki kemampuan menyelam.
 
Kapal dari negara sahabat juga segera tiba. Kapal Rescue MV Swift dari Singapura dijadwalkan tiba Sabtu, 24 April 2021, dan Kapal Rescue Mega Bakti dari Malaysia tiba pada Senin, 26 April 2021.
 
Kapal Malaysia itu tengah dalam perjalanan. Kapal asing lainnya yang juga dalam perjalanan yakni HMAS Ballarat dan HMAS Sirius dari Australia, satu kapal India, serta pesawat mata-mata dan penjaga maritim Amerika Serikat (AS) P-8 Poseidon.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif