Salah satu sesi pada Social Media Week (SMW) Jakarta 2019 mengetengahkan tema It's Time to Be a Responsible Netizen, Rabu, 13 November (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Salah satu sesi pada Social Media Week (SMW) Jakarta 2019 mengetengahkan tema It's Time to Be a Responsible Netizen, Rabu, 13 November (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Social Media Week Jakarta 2019 Soroti Penyebaran Hoaks

Nasional Social Media Week Jakarta
Gervin Nathaniel Purba • 13 November 2019 16:16
Jakarta: Media sosial memudahkan manusia untuk tetap terhubung dan berbagi informasi. Namun, banyak oknum yang menggunakan media sosial sebagai medium untuk menyebarkan informasi palsu atau hoaks.
 
Kemudahan menggunakan media sosial dan jangkauan sebaran yang luas, menjadikan media sosial sering digunakan membagikan hoaks. WhatsApp, Facebook, dan Instagram merupakan platform yang sering dipakai menyebar hoaks.
 
Karakter sebagian besar masyarakat yang mudah percaya dan menelan mentah-mentah hoaks, dapat berakibat buruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut menjadi pembahasan dalam konferensi Social Media Week (SMW) Jakarta 2019, dengan mengetengahkan tema It's Time to Be a Responsible Netizen.
 
Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid mengatakan saat ini banyak masyarakat tidak memahami bagaimana sistem kerja penyebaran hoaks. Kondisi ini menyebabkan masyarakat tidak memahami apakah dirinya korban hoaks atau bukan.
 
Walau begitu, tak semua masyarakat mudah menerima informasi dari media sosial. Apalagi jika sumbernya anonim.
 
"Saya yakin yang menerima informasi pasti bertanya. Masyarakat sudah tinggi kesadarannya untuk mengecek apakah benar atau tidak suatu informasi," ujar Anita, berbicara pada konferensi SMW Jakarta 2019, di The Hall, Senayan City, Jakarta, Rabu, 13 November.
 
Sistem kerja hoaks dengan segala rekayasanya sengaja dirancang untuk menyasar emosi manusia. Hoaks diproduksi untuk memengaruhi opini publik, menimbulkan kecemasan akan keselamatan diri, menebar ancaman, dan memicu kekacauan.
 
"Misalnya, hoaks penculikan anak banyak dilakukan untuk penipuan. Ada juga hoaks bencana alam. Mungkin bencana terjadi di suatu daerah yang menyangkut hubungan kekeluargaan," kata Anita.
 
Yang juga tak kalah berbahaya adalah hoaks yang mengandung isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan). Isu SARA lekat dengan identitas diri dan kepercayaan yang dianut seseorang. Efeknya, orang menjadi mudah tersinggung, tersulut emosi, dan tidak saling percaya.
 
"Pengaruh buruk dari media sosial membuat orang saling curiga satu sama lain dan membuat tingkat kepercayaan menurun," kata Anita.
 
Pengaruh berita hoaks yang semakin deras juga membuat warganet gampang menghakimi dengan kata-kata tidak sopan di laman komentar. Perilaku demikian dapat melunturkan sikap saling menghormati dan terbawa di kehidupan nyata.
 
Selain Anita, turut hadir sebagai pembicara SMW Jakarta 2019, Kepala Bagian Diseminasi Biro Multimedia Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Polisi Heru Yulianto.
 
Heru menyebutkan penyebaran hoaks di media sosial sering dilakukan oknum melalui akun palsu. Dia mencontohkan, pada aksi demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR menjelang pelantikan Presiden, beberapa waktu lalu, banyak akun palsu menyebarkan hoaks seolah-olah polisi bertindak anarkis.
 
"Ada oknum masyarakat mengambil gambar video sepotong, dibagikan oleh akun palsu untuk menuding seolah polisi bertindak anarkis," ujar Heru.
 
Usai demonstrasi, pihak kepolisian menangkap 900 orang terduga penyebar hoaks. Dari jumlah total yang ditangkap, 400 orang mengarah tersangka.
 
Dari contoh tersebut, melalui SMW Jakarta 2019 diharapkan masyarakat semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Tidak menyebarkan hoaks dan mengecek kebenaran informasi yang diterima via media sosial.
 
SMW Jakarta 2019 masih akan berlangsung hingga 15 November, di The Hall, lantai 8, Senayan City, Jakarta. Banyak tema menarik yang akan diangkat oleh 181 pembicara, di antaranya Nadya Hutagalung dan Najwa Shihab.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif