medcom.id, Jakarta: Badan Reserse Kriminal Polri akan memanggil ahli, guna memperkuat unsur pidana ancaman yang diterima Komisi Pemilihan Umum. Selain ahli, saksi media turut diperiksa.
"Ada saksi media juga," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompie kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2014).
Saksi dari unsur media massa dipanggil Bareskrim guna didengar keterangannya atas pemuatan pengancaman tersebut benar atau tidak adanya. "Saksi media juga yang memuat berita soal pengancaman, kita dengar keterangannya. Apakah pemuatan itu benar," lanjut Ronny.
Ronny menuturkan, bahwa berita pengancaman tersebut sudah ada. Langkah selanjutnya, ialah mencocokkan berita yang telah ditulis dan penjelasan untuk memperkuat pembuktian.
"Tinggal mencocokkan saja berita yang ditulis. Penjelasan itu bisa memperkuat atau tidak pembuktian," ungkapnya.
Sebelumnya Husni mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (11/8/2014) lalu. Dia melaporkan ancaman penculikan yang diterimanya dari tim Prabowo-Hatta.
Husni melapor dengan didampingi sejumlah komisioner KPU seperti Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, Arief Budiman, dan Jury Ardianto, dengan didampingi pengacara.
medcom.id, Jakarta: Badan Reserse Kriminal Polri akan memanggil ahli, guna memperkuat unsur pidana ancaman yang diterima Komisi Pemilihan Umum. Selain ahli, saksi media turut diperiksa.
"Ada saksi media juga," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompie kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2014).
Saksi dari unsur media massa dipanggil Bareskrim guna didengar keterangannya atas pemuatan pengancaman tersebut benar atau tidak adanya. "Saksi media juga yang memuat berita soal pengancaman, kita dengar keterangannya. Apakah pemuatan itu benar," lanjut Ronny.
Ronny menuturkan, bahwa berita pengancaman tersebut sudah ada. Langkah selanjutnya, ialah mencocokkan berita yang telah ditulis dan penjelasan untuk memperkuat pembuktian.
"Tinggal mencocokkan saja berita yang ditulis. Penjelasan itu bisa memperkuat atau tidak pembuktian," ungkapnya.
Sebelumnya Husni mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (11/8/2014) lalu. Dia melaporkan ancaman penculikan yang diterimanya dari tim Prabowo-Hatta.
Husni melapor dengan didampingi sejumlah komisioner KPU seperti Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, Arief Budiman, dan Jury Ardianto, dengan didampingi pengacara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)