Varian Omicron Sudah Ada di Indonesia, Yuk! Disiplin Prokes (ilustrasi Medcom.id)
Varian Omicron Sudah Ada di Indonesia, Yuk! Disiplin Prokes (ilustrasi Medcom.id)

Varian Omicron Sudah Ada di Indonesia, Yuk! Disiplin Prokes

Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 Desember 2021 12:06
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengofirmasi temuan virus covid-19 varian Omicron perdana di Indonesia. Temuan itu berasal dari salah satu petugas kebersihan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.
 
“Kemenkes tadi malam mendeteksi seorang pasien berinisial N terkonfirmasi Omicron,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam telekonferensi, Kamis, 16 Desember 2021.
 
Meski sudah ditemukan di Indonesia, Budi meminta masyarakat tidak panik. Kewaspadaan itu bisa diwujudkan dengan semakin disiplin protokol kesehatan dan membatasi mobilitas terutama ke luar negeri.
 
“Tetap kita hidup seperti biasa, yang paling penting menjaga kewaspadaan,” kata Budi.
 
Berikut prokes yang bisa diterapkan untuk mencegah penularan covid-19

1. Rajin cuci tangan


Pertama yang bisa dilakukan adalah rutin mencuci tangan. Untuk hasil maksimal disarankan
untuk mencuci tangan setidaknya selama 20 detik dengan menggunakan air mengalir dan sabun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cuci tangan sesering mungkin, terlebih akan atau setelah melakukan aktivitas berikut:
  • Sebelum menyentuh makanan.
  • Setelah menggunakan toilet.
  • Setelah menutup hidung saat batuk atau bersin.
  • Setelah beraktivitas di luar ruangan.

Apabila tidak air bersih, Kamu bisa menggunakan produk pembersih tangan yang mengandung alkohol setidaknya dengan kadar sebesar 70 persen. Untuk itu pastikan selalu membawanya ya!.

2. Pakai Masker

Selanjutnya memakai masker, pastikan saat beraktivitas di luar rumah masker selalu terpasang. Penting juga menggunakan masker secara benar.
 
Saat pandemi mulai melanda dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa penggunaan masker hanya dilakukan untuk orang-orang yang terserang penyakit, bukan orang yang sehat. Akan tetapi, pada kenyataannya, pandemi yang masih belum usai dan terus memakan korban membuat penggunaan masker pun diwajibkan untuk seluruh lapisan masyarakat.

3. Menjaga Jarak

Prokes selanjutnya adalah menjaga jarak saat sedang beraktivitas di luar ruangan. Tentunya dengan tetap memakai masker. Kecuali saat makan atau minum.
 
Adanya aturan ini juga berdasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan RI dalam “Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.”
 
Dalam aturan tersebut, setiap orang wajib menjaga jarak setidaknya sejauh 1 meter dengan orang lain guna mencegah paparan droplets dari orang yang batuk, bersin, atau bicara. Pun, sebaiknya hindari berkerumun, tempat ramai, dan berdesakan. Apabila tidak mungkin menjaga jarak, bisa dibuat rekayasa untuk menghindari risiko paparan.

4. Menjauhi Kerumunan

Selain menjaga jarak, menjauhi kerumuman juga merupakan salah satu prokes untuk pencegahan covid-19. Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah.
 
Ini bukan tanpa sebab, karena semakin banyak dan sering kamu bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus korona pun semakin tinggi.
 
Oleh sebab itu, hindari tempat keramaian terutama bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset, lansia dan pengidap penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona.

5. Mengurangi Mobilitas

Menkes Budi juga menyebutkan salah satu pencegahan penularan covid-19 adalah mengurangi mobilitas. Terkait varian Omicron Menkes juga meminta masyarakat tidak bepergian ke  luar negeri.
 
“Tolong juga kurangi perjalanan ke luar negeri,” papar dia.
 
Selain menerapkan prokes salah satu yang bisa dilakukan adalah vaksinasi covid-19. Untuk itu, Budi mendorong masyarakat menyegerakan diri divaksinasi. Terutama, kelompok lanjut usia (lansia) lantaran lebih rentan.

Kecepatan penularan varian Omicron


Faktor yang membuat was-was dari varian Omicron adalah penularannya yang sangat cepat. Bud menyebut di Inggris awalnya 10-an kasus per hari, kemudian 100-an kasus per hari.
 
“Wekarang 70 ribu per hari,” kata Budi .
 
Budi mengatakan penambahan itu lebih tinggi dari puncak kasus Indonesia pada Juli 2021. Kala itu, penambahan harian Indonesia sekitar 50 ribu per hari.
 
(RUL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif