Deltacron telah diidentifikasi di AS dan Eropa. (Foto: ilustrasi/pexels.com)
Deltacron telah diidentifikasi di AS dan Eropa. (Foto: ilustrasi/pexels.com)

Fakta-Fakta Deltacron, 'Perkawinan' Covid-19 Varian Delta dan Omicron

Adri Prima • 13 Maret 2022 19:13
Jakarta: Virus baru jenis hibrida yakni Deltacron telah teridentifikasi di Amerika Serikat dan Eropa. Munculnya Deltacron patut diwaspadai karena sudah dibuktikan langsung oleh peneliti.
 
Berikut ini fakta-fakta seputar virus Deltacron:

1. Gabungan varian Delta dan Omicron

Deltacron merupakan virus korona hasil penggabungan gen Delta dan Omicron.  
 
Meski demikian, Philippe Colson dari IHU Mediterranee Infection di Marseille, Prancis, penulis utama laporan yang diposting di medRxiv menyebutkan terlalu dini untuk menyimpulkan level penularan Deltacron karena kasusnya masih sedikit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena hanya ada sedikit kasus yang dikonfirmasi, terlalu dini untuk mengetahui apakah infeksi Deltacron akan sangat menular atau menyebabkan penyakit parah," imbuh Philippe Colson. 

2. Deltacron terbentuk dari proses rekombinasi

Deltacron merupakan varian hibrida yang terbentuk dari proses rekombinasi dua varian virus yang menginfeksi individu secara bersamaan. Rekombinasi mengakibatkan bertukar materi genetik dan menciptakan varian baru. 

3. Sebanyak 17 pasien Deltacron teridentifikasi di AS dan Eropa

Sejauh ini belum ada kasus di Indonesia. Namun tercatat sudah ada sebanyak 17 pasien Deltacron yang teridentifikasi di AS dan Eropa. 
 
Menurut keterangan yang dilansir dari Reuters, tim Colson menggambarkan tiga pasien di Prancis yang terinfeksi dengan versi SARS-CoV-2 yang menggabungkan protein lonjakan dari varian Omicron dengan "tubuh" varian Delta. 
 
Dua infeksi Deltacron lain yang tidak terkait telah diidentifikasi di Amerika Serikat. 
 
Di papan buletin penelitian virus, tim lain telah melaporkan 12 infeksi Deltacron tambahan di Eropa sejak Januari.
 
"Selama pandemi SARS-CoV-2, dua varian atau lebih telah beredar bersama selama periode waktu yang sama dan di wilayah geografis yang sama. Ini menciptakan peluang untuk rekombinasi antara dua varian ini," ujar Colson. 

4. Kemenkes masih memantau perkembangan Deltacron

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan varian Deltacron.
 
"Ini masih dimonitor perkembangannya. Karena belum ada bukti terkait penularan, keparahan, dan lainnya," kata Siti Nadia dikutip dari Antara. 
 
(PRI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif