medcom.id, Jakarta: Pesawat Lion Air JT-250 rute Jakarta-Padang terpaksa telat terbang dari Bandar Udara Soekarno-Hatta. Musababnya, ada seorang penumpang mengaku membawa bom di dalam tasnya.
Adalah Ganda Wilaga yang punya ulah. Dia rupanya tentara berpangkat letnan kolonel (Laut) di Kesatuan Komando Armada Barat (Koarmabar).
"Iya benar, kejadian ditangani Polres Bandara Soekarno-Hatta," kata Humas Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (23/4/2015).
Kejadian bermula sekira pukul 11.45 WIB. Ganda masuk dalam badan pesawat dengan menenteng koper berwarna putih. Pramugari sempat membantu memasukkan koper Ganda ke dalam kabin. Hup...rupanya, koper milik Ganda agak berat dan sang pramugari pun bertanya: "Pak, koper ini isinya apa ya, sepertinya berat?" Ganda menjawab satu kata, "Bom!".
Sang pramugari terkesiap mendengar jawaban Ganda. Dia lalu melapor kepada pilot. Pilot langsung menginstruksikan seluruh penumpang turun dari pesawat.
Penumpang diarahkan menuju ruang tunggu A-5. Seluruh barang bawaan penumpang diturunkan dan dibawa ke Terminal 1B untuk diperiksa menggunakan mesin X-ray.
Ganda dibawa ke posko OD security AP-2 Terminal 1B. Kopernya diperiksa. Tapi, tak ada bom dalam koper itu. Petugas hanya menemukan beberapa pakaian dan satu laptop.
Tak ingin berlarut, masalah diselesaikan secara musyawarah. Pihak Lion Air, AP-2, Otoritas Bandara, dan Garnisun memutuskan melarang Ganda ikut terbang ke Ranah Minang dengan pesawat itu.
Belakangan Ganda menyesali perbuatan 'isengnya'. Dia meminta maaf kepada Lion Air serta membuat surat pernyataan. Setelah lebih dari satu jam ditunda, pada pukul 14.00 WIB, burung besi berlogo singa merah itu akhirnya lepas landas menuju Padang.
medcom.id, Jakarta: Pesawat Lion Air JT-250 rute Jakarta-Padang terpaksa telat terbang dari Bandar Udara Soekarno-Hatta. Musababnya, ada seorang penumpang mengaku membawa bom di dalam tasnya.
Adalah Ganda Wilaga yang punya ulah. Dia rupanya tentara berpangkat letnan kolonel (Laut) di Kesatuan Komando Armada Barat (Koarmabar).
"Iya benar, kejadian ditangani Polres Bandara Soekarno-Hatta," kata Humas Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan saat dihubungi
Metrotvnews.com, Kamis (23/4/2015).
Kejadian bermula sekira pukul 11.45 WIB. Ganda masuk dalam badan pesawat dengan menenteng koper berwarna putih. Pramugari sempat membantu memasukkan koper Ganda ke dalam kabin. Hup...rupanya, koper milik Ganda agak berat dan sang pramugari pun bertanya: "Pak, koper ini isinya apa ya, sepertinya berat?" Ganda menjawab satu kata, "Bom!".
Sang pramugari terkesiap mendengar jawaban Ganda. Dia lalu melapor kepada pilot. Pilot langsung menginstruksikan seluruh penumpang turun dari pesawat.
Penumpang diarahkan menuju ruang tunggu A-5. Seluruh barang bawaan penumpang diturunkan dan dibawa ke Terminal 1B untuk diperiksa menggunakan mesin X-ray.
Ganda dibawa ke posko OD security AP-2 Terminal 1B. Kopernya diperiksa. Tapi, tak ada bom dalam koper itu. Petugas hanya menemukan beberapa pakaian dan satu laptop.
Tak ingin berlarut, masalah diselesaikan secara musyawarah. Pihak Lion Air, AP-2, Otoritas Bandara, dan Garnisun memutuskan melarang Ganda ikut terbang ke Ranah Minang dengan pesawat itu.
Belakangan Ganda menyesali perbuatan 'isengnya'. Dia meminta maaf kepada Lion Air serta membuat surat pernyataan. Setelah lebih dari satu jam ditunda, pada pukul 14.00 WIB, burung besi berlogo singa merah itu akhirnya lepas landas menuju Padang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)