Pemerintah Siapkan Skema Baru Buat Dana Pensiunan ASN

Achmad Zulfikar Fazli 27 Juni 2018 07:32 WIB
dana pensiun
Pemerintah Siapkan Skema Baru Buat Dana Pensiunan ASN
Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). ANT/Rahmad.
Jakarta: Pemerintah tengah menggodok skema baru buat pensiunan aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri. Skema ini dinilai akan lebih menguntungkan ASN yang akan pensiun secara jangka panjang.

"Tadi masih pembahasan awal, kita berharap dengan sistem pensiun yang baru lebih baik dan memberikan kebahagian kepada PNS jadi tidak stres," kata Menpan RB, Asman Abnur di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018.

Asman tak menjelaskan secara rinci skema tersebut. Karena masih dalam penggodokan. Namun, ia memastikan dana pensiun yang diterima ASN nanti bakal lebih besar.


"Nah nanti pensiunnya diterima lebih besar dari yang sekarang manfaatnya. Termasuk manfaat investasi dari dana pensiun yang dikelola BUMN, belum tentu, atau juga badan lain. Nah kita berharap manfaat pengelolaan dana ini benar-benar bermanfaat buat kesejahteraan ASN," jelas Asman.

Saat ini, kata dia, dana pensiun ASN dikelola oleh Taspen. Pengembalian keuntungan tidak langsung direct dirasakan ASN.

Dengan model baru ini, lanjut dia, investasi lebih bermanfaat buat ASN, seperti penyiapan kompleks perumahan, hingga apartemen ASN. Sehingga, pengelolaan dana yang efisien membuat pensiunan ASN nantinya sudah punya tempat tinggal.

Politikus PAN itu mengatakan skema ini akan dirasakan oleh ASN baru. Sedangkan, ASN yang lima atau 10 tahun lagi pensiun, ada dua model. Namun, masih akan dibahas kembali.

"Modelnya akan ditentukan rapat," ucap dia.

Bentuk Lembaga Baru 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemerintah akan membentuk lembaga baru yang nantinya mengatur dana pensiun ASN. Meski tak mendetailkannya, namun, ia menyebut lembaga seperti itu banyak diterapkan negara-negara maju.

ASN, kata dia, nantinya menginvestasikan dana pensiun ke lembaga tersebut. Lembaga itu akan mengatur penarikan dana pensiun ASN. Dana itu bisa ditarik seluruhnya atau sebagian, tergantung permintaan ASN.

"Tapi intinya adalah ingin memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada para pensiun karena keprihatinan kita yang mendalam bagi ASN kita begitu pensiun langsung drop," kata Pramono.

Pemerintah, kata Pramono, tak mau ASN lontang lantung tak punya uang dan tempat tinggal setelah pensiun. Karena itu, sistem baru ini akan diterapkan buat jangka panjang para ASN setelah pensiun. Rencananya, penerapannya dilakukan pada 2020.

"Mengenai masa berlakunya, direncanakan pada tahun 2020. Sehingga dimatangkan antara APBN dan APBD dan seperti yang tadi disampaikan ditugaskan kepada Menkeu (Sri Mulyani) dan Menteri PAN RB (Asman Abnur)," pungkas Pramono.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id